Tunduk Syariat
Selasa, 8 September 2026 | 22:01
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TANGERANGNEWS.com-Video yang memperlihatkan dugaan penipuan dengan modus interview kerja di kawasan Jalan Ciledug Raya No 40-68, RT002/010, Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, viral di sosial media.
Dalam video tersebut terdengar percakapan antara pelamar dengan pihak yang melakukan interview. Si perekam sendiri yakni pria yang sebelumnya mendaftar lowongan melalui yayasan penyalur kerja.
Pria itu mempertanyakan adanya sejumlah biaya yang harus dibayar dalam proses lamaran kerja tersebut. Sebelumnya ia diminta uang Rp630 ribu, namun setelah bayar ia diminta lagi uang sebesar Rp800 ribu.
"Tadi katanya (uang Rp630 ribu) buat medical check up, makanya saya mau bayar. Terus habis ini Rp800 ribunya untuk apa?" kata dia kepada wanita yang mewawancarainya, Selasa 9 Agustus 2022.
Wanita itu menjelaskan jika uang Rp800 ribu itu sebagai biaya jaminan, medical check up, tes dan jaminan pengganti penahanan ijazah asli. Dalam medical check up, uang akan dikembalikan jika pelamar kerja terdeteksi menggunakan narkoba.
"Kan kamu lolos (medical check up), nah kalau Rp630 ribu itu untuk training, sertifikat, melatih kerja, dan penandatanganan SPK (Surat Perintah Kerja)," jelas wanita itu.
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TODAY TAGTelkomsel menghadirkan program Kampung Telkomsel dan Pesta Jawara khusus di area Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat (Jabotabek Jabar), sebagai wadah interaktif bagi masyarakat dan generasi muda untuk berkumpul, beraktivitas
PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews