Connect With Us

Tak Kalah dengan Pasar Lama, Perumnas Tangerang Jadi Surganya Pecinta Kuliner

Tim TangerangNews.com | Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:09

Wisata kuliner di kawasan SMPN 6 Kota Tangerang di Jalan Cemara Raya, Perumnas I, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Sabtu, 13 Agustus 2022. (@TangerangNews.com / Fahrul Putra)

TANGERANGNEWS.com-Kawasan SMPN 6 Kota Tangerang di Jalan Cemara Raya, Perumnas I, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang dapat menjadi pilihan alternatif wisata bagi para pemburu kuliner. Pasalnya, berbagai macam kuliner yang tersedia cukup lengkap, sehingga menjadi surganya para pecinta kuliner.

Para pedagang kaki lima di kawasan yang dikenal dengan sebutan 'Sampel' ini menjajakan dagangannya dengan harga yang bersahabat di kantong, rata-rata hanya berkisar Rp5 ribu sampai Rp15 ribu.

Pantauan TangerangNews pada Sabtu, 13 Agustus 2022, suasana tampak mulai ramai sejak pukul 16.00 WIB. Hingga menjelang malam, kawasan kuliner yang tak kalah dengan Pasar Lama ini semakin dipadati pengunjung.

Para pengunjung yang hendak hendak berjajan itu berhenti di sepanjang pinggir Jalan Cemara Raya. Ramainya pengunjung ini membuat lalu lintas di kawasan itu macet.

Selain lokasinya yang memang cukup strategis karena berada di pinggiran jalan yang aktif dilalui pengendara, kawasan jajanan Sampel ini menjadi sarana penghidupan bagi para pelaku usaha UMKM.

Pedagang seblak di Sampel, Asep mengaku, dapat meraih omzet Rp700 ribu per hari dari menjual jajanan khas Bandung ini.

"Paling ramai di hari Sabtu dan Minggu. Kalau untuk hari biasa penghasilannya standar saja," ujarnya kepada TangerangNews.

Tak hanya seblak, para pengunjung dapat memilih berbagai macam kuliner yang dijajakan para pedagang, seperti sempol ayam, bakso goreng, sate kikil, crepes, Japanese food, seafood, hingga traditional food.

Salah satu pengunjung, Salwa mengatakan, sejak kecil dirinya sering berwisata kuliner di kawasan Sampel.

Ia mengaku senang dengan adanya kawasan jajanan ini, karena dapat membantu para pelaku UMKM berjualan, dan memudahkan pengunjung untuk menemukan jajanan.

"Kalau saya sukanya yang pedas-pedas seperti seblak, sempol, cilor, atau baso tusuk kurang lebih seperti itu," tutur warga Perumnas ini.

NASIONAL
Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Berkendara Lawan Arah Bisa Dipenjara 5 Tahun

Minggu, 11 Januari 2026 | 11:35

Masih berani melawan arah demi menghemat waktu beberapa menit? Sebaiknya pikirkan berkali-kali. Selain mempertaruhkan nyawa, tindakan ceroboh ini bisa menyeret Anda ke balik jeruji besi hingga 5 tahun penjara.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANDARA
Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Pasutri WN Pakistan Nekat Telan 159 Kapsul Sabu untuk Diselundupkan Lewat Bandara Soetta

Jumat, 9 Januari 2026 | 19:38

Sinergi antara Bea Cukai dan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jaringan internasional.

HIBURAN
Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Penggagas Soundtrack KKN di Desa Penari Ciptakan Lagu Tepis Stereotip Horor Gunung Kawi

Jumat, 9 Januari 2026 | 13:50

Musisi asal Gunung Kawi, Matoha Mino, merilis lagu berjudul Gunung Kawi sebagai bentuk respons terhadap persepsi yang menurutnya keliru dan telah lama berkembang di masyarakat terkait stigma tentang Gunung Kawi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill