Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Bagi pecinta kuliner tak perlu lagi merogoh kocek dalam-dalam untuk menikmati sajian seafood. Pasalnya, terdapat seafood dengan harga yang murah dan nikmat.
Berada di Jalan Cemara Raya, Kelurahan Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, kuliner seafood tersebut bernama Kerang DKK yang sudah ada sejak dua tahun lalu.
"Untuk menunya ada kerang hijau, kerang dara, kerang bulu, kerang bambu, gurita, udang, cumi, kepiting. Sedangkan untuk yang best seller-nya itu kerang hijau," kata Yopy, pemilik Kepiting DKK kepada TangerangNews, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Seafood merupakan aneka jenis makanan yang berasal dari hasil laut. Makanan yang memiliki cita rasa khas yang tinggi serta mudah untuk dicerna ini banyak digemari masyarakat.
Menurutnya, seafood yang disajikan di restoran relatif dijual dengan harga yang mahal. Maka, ia pun membuat konsep seafood ala kaki lima agar harga yang dijual bisa murah dan terjangkau.
"Di sini kerang hijau satu porsinya Rp10 ribu, lalu ada juga paket dengan harga di bawah Rp50 ribu sudah bisa mendapat tiga macam paket," jelas Yopy.

Untuk membedakan dengan seafood lain, Kerang DKK tidak menambahkan jagung pada menu seafood-nya. Selain itu, jika seafood lain relatif menyediakan pedas semua, tetapi di Kerang DKK, bisa menyesuaikan saus yang digunakan untuk level tertentu.
"Ini saya belajar secara autodidak, dan syukur sampai saat ini belum ada komplain dari pelanggan," tuturnya.
Kerang DKK buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 24.00 WIB.
TODAY TAGPotensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews