Connect With Us

Nama Karawaci Tangerang Berawal dari Perempuan Etnis Cina Pergi ke Rawa

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 2 September 2022 | 13:10

Kantor Kecamatan Karawaci di Jalan Proklamasi, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. (Fahrul Dwi Putra / @TangerangNews.com)

TANGERANGNEWS.com-Karawaci merupakan nama kecamatan di Kota Tangerang. Kawasan Karawaci berada di sebelah barat Sungai Cisadane, membelah Kota Tangerang.

Karawaci saat ini sudah tidak asing bagi publik khususnya di kalangan masyarakat Jabodetabek. Dibalik populernya, Karawaci rupanya menyimpan sejarah.

Menurut Humas Kantor Kecamatan Karawaci, Kholilurrahman, nama Karawaci berawal dari perempuan etnis Cina yang ingin pergi ke rawa.

Adapun mitosnya dahulu karena adanya sebutan 'Ci' bagi masyarakat etnis Cina perempuan.

Ketika akan pergi ke daerah rawa, etnis Cina Perempuan itu akan dipanggil 'mau ke mana Ci'.

Kemudian dijawab 'mau ka rawa'. Sejak itulah, wilayah yang kini memiliki 16 kelurahan ini mulai dikenal bernama Karawaci.

Karawaci juga dikenal sarat akan keberadaan dan beberapa kebudayaan dari etnis Cina dibuktikan dengan masih adanya situs-situs peninggalan, seperti pemakaman etnis Cina di sepanjang Jalan Perguruan Budhi Kota Tangerang dan Vihara tertua Boen Tek Bio.

"Untuk etnis Cina yang masih bertahan ada di daerah Kelurahan Sukajadi dan Karawaci. Sementara di kelurahan lain sudah mulai jarang karena urbanisasi," ujar Kholil ketika ditemui di Kantor Kecamatan Karawaci Jalan Proklamasi, Kelurahan Cimone Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Jumat, 2 September 2022.

Seiring perkembangan zaman mulai terjadi perubahan masyarakat yang sebelumnya berprofesi sebagai petani, kemudian berubah menjadi mayoritas karyawan.

"Sehingga untuk petani sudah hampir tidak ada di Karawaci," katanya.

Dikutip dari kec-karawaci.tangerangkota.go.id, nama Karawaci telah berkembang sejak awal abad 19 berkisar tahun 1847-1942.

Disebutkan, dahulu wilayah Karawaci terdapat banyak rawa yang dihuni etnis Cina yang membangun perumahan kayu serta peternakan babi.

Awalnya, seorang letnan keturunan Cina yang diangkat Belanda bernama Oey Djie San diperintah untuk memimpin penguasaan wilayah ber-rawa yang kini dikenal sebagai Karawaci.

Kemudian, Oey Djie San membawa banyak masyarakat Cina Daratan ke tanah ber-rawa tersebut untuk mulai digarap dan dikelola. 

Setelah itu, lambat laun masyarakat etnis Cina mulai menggarap lahan di atas rawa dan tanah sekitar rawa untuk persawahan, perkebunan karet, dan perkebunan kelapa.

Masyarakat etnis Cina tersebut kemudian membangun rumah-rumah kayu beratapkan daun ilalang kering, sehingga tampak seperti perkampungan warga Cina.

Lalu, mereka kemudian membangun peternakan-peternakan babi berskala rumahan hingga menengah.

OPINI
Gejolak Harga Minyak dan Tantangan Subsidi Energi Nasional

Gejolak Harga Minyak dan Tantangan Subsidi Energi Nasional

Jumat, 27 Maret 2026 | 23:54

Beberapa hari terakhir, lonjakan harga minyak mentah global dari US$70 menjadi hampir US$120 per barel menjadi berita yang tidak bisa diabaikan.

PROPERTI
Andra Soni Akui Masih Tinggal di Rumah Subsidi, Kredit Sejak 2003

Andra Soni Akui Masih Tinggal di Rumah Subsidi, Kredit Sejak 2003

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:24

Gubernur Banten Andra Soni mengungkap kisah pribadinya yang masih tinggal di rumah subsidi hingga saat ini. Cerita itu ia sampaikan saat menghadiri acara Peluncuran BSPS Secara Nasional Tahun Anggaran 2026 dan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

AYO! TANGERANG CERDAS
Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Pemerintah Batalkan Rencana Sekolah Daring April 2026, Ini Alasannya

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Pemerintah memastikan rencana kegiatan belajar mengajar secara online atau daring bagi siswa sekolah yang sempat diwacanakan mulai April 2026 resmi dibatalkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill