Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNEWS.com-Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang memberikan pelatihan terkait klinik keperawatan gawat darurat dan manajemen bencana kepada mahasiswa Politeknik kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Banten, Jumat, 7 Oktober 2022.
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah mengatakan, kegiatan tersebut dibagi menjadi dua kloter dengan jumlah peserta 88 orang, dimulai pada 3 Oktober 2022, di Kampus Poltekkes Kemenkes Banten.
Pihaknya memberikan materi tentang tanggap darurat bencana yang di dalamnya terdapat assesment, evakuasi, vertical rescue, water rescue, hunian atau selter, pemadaman dan triage.
"Peserta melakukan practical skill yang di mana peserta dibagi menjadi beberapa tim, yang kemudian diberikan kasus bencana dalam suatu bencana," ujarnya.
Peserta juga diminta untuk siap dalam menghadapi bencana dan dapat berkoordinasi dalam tim relawan yang telah dibentuk.
"Saya berharap setelah materi yang disampaikan menjadi bahan untuk dipraktekan mahasiswa sehingga mereka siap dimobilisasi saat terjadinya bencana," kata Oman.
Lia Amelia, mahasiswi Poltekes Banten mengatakan, kegiatan itu memberikan pengalaman baru buat dirinya. Sebab, melalui kegiatan kedaruratan ini, ia bisa mengetahui cara melakukan penanganan jika terjadinya bencana.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSetelah hampir dua dekade bertumbuh di industri ritel Indonesia, PT Star Maju Sentosa secara resmi memperkenalkan Joysparks Group sebagai identitas korporat baru yang menaungi seluruh portofolio bisnis perusahaan.
Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews