Pemilik Gudang Pestisida Bantah Jadi Penyebab Pencemaran Sungai Cisadane
Sabtu, 14 Februari 2026 | 18:49
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TANGERANGNEWS.com-Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengambang di Sungai Cisadane, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang, Sabtu, 5 November 2022 sekitar pukul 10.40 WIB.
Penemuan sesosok mayat ini membuat geger masyarakat setempat. Para warga yang penasaran menyaksikan sesosok mayat ini dari pinggir Sungai Cisadane tepatnya di signage Kampung Bekelir.
Tampak, sesosok mayat ini dievakuasi tim Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Tangerang. Menggunakan perahu karet, tampak tim FAJI mendorong mayat mengapung ini ke bibir sungai.
Usai dibawa ke bibir sungai, mayat ini kemudian dievakuasi tim Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang.
Lalu, sejumlah relawan PMI memasukkan mayat ini ke kantong jenazah, selanjutnya dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang dengan mobil jenazah.
"Ya, tim kami diterjunkan untuk membantu evakuasi penemuan mayat. Mayatnya kami bawa ke RSUD," ujar Ade Kurniawan, Kepala Biro Humas PMI Kota Tangerang kepada TangerangNews.
Menurut Ade, mayat ini ditemukan tanpa identitas. "Tapi diperkirakan usianya sekitar 30 sampai 40 tahunan," ungkapnya.
Belum diketahui, penyebab meninggalnya maupun penyebab mayat ini mengapung di Sungai Cisadane.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
TODAY TAGMenandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.
Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews