Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com-Gempa magnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin, 21 November 2022, menyebabkan ratusan jiwa meninggal dunia dan luka-luka.
Dalam rangka turut serta membantu meringankan penderitaan korban gempa Cianjur, Tangerang City (Tangcity) Mal turut serta mendonasikan bahan pokok hingga baju-baju bekas layak pakai.
Bantuan tersebut langsung disalurkan melalui badan Corporate Social Responsibility (CSR) Tangcity Care, dua posko yang terdampak bencana di Kampung Barukupa, Desa Cipanas dan Desa Cibereum, Kabupaten Cianjur.
“Donasi ini tidak hanya melibatkan karyawan dan tenant, namun juga seluruh pengunjung Tangcity Mall. Kotak donasi terbuka selalu tersedia di area Tangcity Mal lantai GF dan UG, sehingga siapa pun bisa turut menyumbang,” jelas Norman Eka Saputra, selaku Vice President Director, Rabu 23 November 2022.

Adapun rincian donasi yang disalurkan berupa 13 karung beras ukuran 10 kg, 7 boks mi instan, 10 dus pop mie, 5 boks pendamping berisi teh, kopi, susu hingga perlengkapan bayi seperti popok dan bubur balita, dan 5 boks pakaian bekas layak pakai.
Selain dari kotak sumbangan dana terbuka, management pun turut serta dalam menyumbang dalam bentuk beragam bahan kebutuhan pokok baik pangan maupun sandang.
"Kehadiran Tangcity Care ini diharapkan dapat menjadi sarana penyalur bantuan langsung dari perusahaan, kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Norman.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGBINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews