Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan ekstrem dan badai di wilayah Jabodetabek, pada Rabu 28 Desember 2022.
Atas peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang pun mengimbau masyarakat, untuk siap siaga hadapi kondisi ini.
Terutama untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, pohon tumbang, angin kencang atau puting beliung.
Masyarakat Kota Tangerang dapat menghubungi emergency call canter di 112 atau nomor piket 24 jam BPBD di 021-5582144, untuk mendapat bantuan penanganan atau sekedar melaporkan kondisi di wilayahnya.
BPBD telah mengambil sejumlah langkah antisipasi cuaca ekstrem ini, di antaranya mengeluarkan surat edaran kepada OPD dan jajaran lainnya, terkait kesiapsiagaan dan antisipasi adanya hujan ekstrem.
Selain itu, menguatkan strategi penanganan dengan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR dan Satpol PP.
"Komunikasi persiapan menghadapi bencana telah disiapkan. Mulai dari langkah apa yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan, penanganan saat bencana terjadi, posko, layanan kesehatan hingga bantuan telah dikoordinasikan," jelas Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono, Selasa 27 Desember 2022.
Di samping itu, masyarakat Kota Tangerang diimbau untuk bersiap siaga, khususnya pada wilayah langganan banjir. Diimbau menyelamatkan dokumen-dokumen administrasi dan berkas penting lainnya.
"Pastikan instalasi listrik aman, guna mencegah korsleting listrik saat dilanda banjir, khususnya jaringan listrik yang berusia 20 tahun lebih. Jangan acuh, masyarakat harus terus memantau informasi terkini terhadap prediksi BRIN atau BMKG," imbau Maryono.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGBagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews