KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Empat warga Kelurahan Kunciran Jaya, Kecamatan Pinang Kota Tangerang, bertengkar gara-gara suara bising kenalpot motor.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu 8 Januari 2023, dini hari. Awalnya A dan Cs membuat kebisingan lantaran menggunakan knalpot racing pada sepeda motornya. Mereka pun ditegur oleh warga lain yakni H dan P yang merasa terganggu.
"Namun A dan Cs merasa tidak terima dan malah adu mulut dengan kedua warga yang menegurnya," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho.
Khawatir terjadi pertengkaran, warga sekitar menghubungi Bhabinkamtibmas Kunciran Jaya Aiptu Beben untuk mencegahnya.
"Akhirnya keempatnya dibawa ke Mapolsek Pinang. Permasalahan tersebut dimediasi dengan hasil kesepakatan damai secara kekeluargaan dan saling memaafkan," kata Kapolres.
Ia pun berharap apabila terjadi permasalahan ataupun kesalahpahaman dilingkungan agar dapat diselesaikan dengan mediasi.
Pihaknya menjamin akan memberikan pelayanan, pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat.
"Mari ciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, setiap permasalahan dilingkungan kita harapkan dapat diselesaikan dengan musyawarah mufakat," tandasnya.
Sementara itu, salah satu tokoh pemuda Kelurahan Kunciran Jaya Saipul Basri yang turut serta melakukan penyelesaian masalah teresebut menyampaikan terimakasih kepada Polsek Pinang.
"Kesalahpahaman ini sudah diselesaikan oleh Polsek Pinang, terima kasih kepada bapak Polisi sudah menciptakan situasi yang kondusif di wilayah Kecamatan pinang," ucap pemuda yang akrab disapa Marsel tersebut.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews