Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya
Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TANGERANGNEWS.com- Pengalaman tidak menyenangkan dialami Wita saat rumah kontrakan miliknya yang berada di Perumnas 1 Karawaci, Kota Tangerang, ditinggal kabur oleh penyewa dalam keadaan kotor dan dipenuhi sampah berserakan.
Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya @wita_mua, tampak sampah-sampah memenuhi hampir tiap sudut ruangan kontrakan tersebut. Bahkan, ditemukan bekas pembalut wanita yang dibiarkan begitu saja di ruangan kamar mandi.
Menurut keterangan Wita, penyewa kontrakan miliknya merupakan sepasang suami istri yang menikah secara sirih. Dari keterangan para tetangga, Kata Wita, penghuni kontrakan tersebut kerap membawa masuk laki-laki dan perempuan yang tidak diketahui identitasnya.
Kedua pasangan suami istri itu kabur dengan membawa serta kunci kontrakan dan barang-barang pribadinya, sementara kondisi kontrakan dibiarkan dalam keadaan kotor usai menunggak biaya sewa selama enam hari.
"Biasanya cuma lihat di Instagram berita-berita pengontrak yang enggak bayar kontrakan terus kabur ninggalin sampah dan sekarang gue ngalamin sendiri. Pengontrak telat bayar kontrakan hampir enam hari, dihubungi masih aktif. Tapi enggak ada satu pun yang direspon," terang Wita dikutip pada Senin, 5 Juni 2023.
Wita mengaku heran kontrakan yang ia sewakan justru menjadi kotor dan tidak layak huni lantaran penuh dengan sampah berupa plastik-plastik dan bungkus makanan ringan memenuhi wastafel dapur, beberapa mainan anak-anak berserakan di lantai, hingga diaper dan pembalut bekas pakai di kamar mandi.
"Udah jorok, bau. Betah gitu hidup kayak begini," keluhnya seraya membersihkan kontrakan miliknya itu.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memacu penetrasi inklusi digital guna mendukung transformasi ekonomi daerah.
Seorang ibu berinisial N sampai hati menjual putri kandungnya yang baru berusia 12 tahun kepada seorang laki-laki berinisal D, 46.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews