Connect With Us

BPBD Tangerang Beri Tips Antisipasi Dampak Kemarau Panjang El Nino

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 12 September 2023 | 16:54

Ilustrasi Musim Kemarau. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Berdasarkan rilisan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kondisi kemarau panjang atau kekeringan yang disebabkan oleh Fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif diprediksi masih akan berlangsung hingga akhir 2023.

Kepala BPBD Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan, indeks El Nino menurut data BMKG saat ini telah mencapai level moderate, sementara IOD memasuki level positif atau suhu ekstrem.

Akibatnya, potensi kekeringan, kebakaran, hingga penanganan yang sulit akan semakin berisiko.

Menurut Maryono, menghadap kondisi sulit seperti ini memerlukan pengetahuan dan kesadaran bersama.

"Yakni, untuk sama-sama menjaga Kesehatan tubuh dengan pola hidup, dan sama-sama untuk menjaga lingkungan untuk keberlangsungan lingkungan pada massa kemarau panjang yang tengah kita hadapi saat ini,” ujarnya, Rabu, 13 September 2023.

Maryono memaparkan, terdapat sejumlah langkah antisipasi yang dapa dilakukan oleh masyarakat Kota Tangerang untuk menghadapi dampak kemarau panjang.

Masyarakat diimbau untuk menggunakan sumber air secara efektif dan efisien dengan cara memprioritaskan pemanfaatan sumber air yang tersedia untuk keperluan baku untuk air bersih.

Selain itu, menanam pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan sekitar. Membuat dan memperbanyak resapan air, dengan tidak menutup permukaan dengan plester semen atau ubin keramik.

“Memberikan perlindungan sumber air bersih yang tersedia dan melakukan panen dan konservasi air. Serta, membuat waduk atau embung disesuaikan dengan keadaan lingkungan,” terangnya.

Dia berharap, masyarakat Kota Tangerang selalu waspada dan mampu mengatasi kondisi alam yang tengah melanda saat ini.

“Kita sebagai warga Kota Tangerang perlu waspada dan siap menghadapi tantangan ini. salah satunya dengan melakukan langkah-langkah antisipasi tersebut, demi menjaga diri dan lingkungan kita,” pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

RS Mandaya Datangkan Da Vinci Xi, Robot Bedah Berteknologi Tinggi dengan Empat Lengan 

Senin, 20 Juli 2026 | 10:15

RS Mandaya Royal Puri resmi menghadirkan robot bedah Da Vinci Xi, teknologi kesehatan terbaru yang diklaim mampu meningkatkan presisi operasi sekaligus mengurangi kebutuhan tindakan bedah dengan sayatan besar.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill