Trump Umumkan Darurat Ekonomi Nasional, Sebut AS Diperlakukan Tidak Adil dalam Perdagangan
Kamis, 3 April 2025 | 14:25
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
TANGERANGNEWS.com-Tuntutan warga terkait kompensasi akibat kebocoran gas amonia di pabrik es PT Danesja, Kelurahan Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, belum terpenuhi.
Meski beberapa warga di sekitar pabrik telah melakukan aktivitas seperti biasa pasca insiden kebocoran gas, pada Selasa 6 Februari 2024 kemarin, namun mereka tetap khawatir jika hal itu kembali terjadi.
Sejumlah warga pun terlihat masih mengalami mata merah diduga akibat dampak dari gas amonia.
Salah satu warga yang menuntut kompensasi adalah Gunawan. Warga Koang Jaya ini berharap mediasi cepat terselesaikan.
"Saya berharap ada kepastian, banyak warga terdampak akibat kebocoran gas amonia, saya juga denger sampai saat ini warga dan pihak pabrik masih melakukan mediasi terus ke kantor kelurahan," katanya, Jumat 9 Februari 2024.
Menurutnya, kebocoran gas tersebut tidak hanya menyebabkan warga masuk rumah sakit karena sesak nafas, tapi juga membuat peliharaan dan tanaman warga mati.
"Banyak banget kemarin ada peliharaan burung, ditambah ada usaha ikan hias dan ikan cupang, mati semua. Tanaman juga mengering," ujar Gunawan.
Warga berharap kompensasi segera terealisasi tanpa harus menunggu mediasi. "Harus ada kompensasi karena dampak kerugian yang dialami warga besar," tegas Gunawan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional pada Selasa, 2 April 2025, waktu setempat.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.