Connect With Us

Setrika Payudara untuk Hindari Pemerkosaan

EYD | Kamis, 15 Oktober 2015 | 13:42

Ibu di Afrika Selatan ini tengah menyetrika payudara anaknya dengan batu panas. Cara ini ditempuh untuk menghindari pemerkosaan. (cosmopolitan / tangerangnews)

TANGERANG – Afrika Selatan (Afsel) memiliki ritual khusus pada kaum remaja putri. Tak ingin putri mereka mengalami pelecehan seksual, 58 persen ibu di Afsel dan Nigeria meratakan payudara putri mereka dengan batu panas.

Menurut data PBB, pelecehan seksual dan pemerkosaan telah mempengaruhi 3,8 juta wanita di seluruh dunia. Fakta itu pula yang membuat para ibu, khususnya di Afsel, rela melakukan apapun agar payudara anak mereka ‘hancur’. Mereka meratakan payudara dengan cara menekan organ sensitif itu dengan karet elastis sekecang-kencangnya, hingga menyetrikanya dengan batu panas.

Tanpa payudara, para ibu di sana percaya putri mereka akan memiliki semangat lebih tinggi untuk menuntut ilmu ketimbang menikah. Namun, ritual ini menuai pro kontra. “Bagaimanapun, kata-kata budaya, tradisi atau kepercayaan tertentu seperti ini tidak masuk akal,” komentar penulis Leyla Hussein kepada Cosmopolitan. “Tubuh perempuan dianggap tidak aman, bahkan di negara mereka sendiri.”

Sementara yayasan perempuan asal Inggris menyebutkan bahwa tindakan ini bisa berbahaya bagi wanita. Setrika payudara dapat merusak jaringan payudara dan berisiko tinggi tumor, kanker, abses, gatal, sulit ASI, infeksi, tidak simetris payudara hingga hilangnya satu atau kedua payudara.

NASIONAL
Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Kamis, 3 April 2025 | 14:10

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.

TOKOH
HUT ke-32, Praktisi Komunikasi Gunawan Ajak Semua Pihak Kolaborasi Bangun Kota Tangerang 

HUT ke-32, Praktisi Komunikasi Gunawan Ajak Semua Pihak Kolaborasi Bangun Kota Tangerang 

Jumat, 28 Februari 2025 | 15:11

Sejak resmi menjadi kota administratif pada 28 Februari 1993 setelah sebelumnya tergabung dalam Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang telah menginjak usia ke-32 pada Jumat, 28 Februari 2025.

TANGSEL
Idulfitri 2025, Wakil Wali Kota Tangsel Berpesan Tetap Jaga Kualitas Keimanan Usai Puasa

Idulfitri 2025, Wakil Wali Kota Tangsel Berpesan Tetap Jaga Kualitas Keimanan Usai Puasa

Senin, 31 Maret 2025 | 13:00

Wakil Wali kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichan melaksanakan Salat Idulfitri di Masjid Islamic Center Baiturrahim, Kecamatan Serpong, Senin 31 Maret 2025.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill