Connect With Us

Demi Selesaikan Konflik Keluarga, Bocah 9 Tahun ini Dinikahkan

EYD | Sabtu, 5 Maret 2016 | 09:21

| Dibaca : 1632

Ilustrasi bocah perempuan (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Polisi Pakistan berhasil menyelamatkan bocah perempuan 9 tahun dari pernikahan dini. Bocah ini akan dinikahkan dengan remaja laki-laki 14 tahun demi menyelesaikan pertikaian keluarga.

Seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/3/2016), kepolisian setempat juga menangkap empat orang yang dianggap tetua desa setempat, yang memerintahkan dilakukannya pernikahan kompensasi ini, pada Jumat (4/3) waktu setempat. Intervensi penegak hukum seperti ini rawan terjadi di negara yang pada umumnya, masih menerima penggunaan pernikahan untuk memperkuat persekutuan, menyelesaikan pertikaian atau untuk membayar utang.

Polisi menangkap empat anggota dewan desa setempat yang menjatuhkan putusan agar bocah perempuan itu menjalani vani atau pernikahan kompensasi, demi menyelesaikan pertikaian antara dua keluarga di distrik Rahim Yar Khan, Provinsi Punjab.

"Istri kakak laki-laki bocah perempuan ini meninggal karena gangguan kesehatan beberapa minggu lalu, dan kerabatnya (sang istri) menduga ada yang tidak wajar dan menuding keluarga bocah perempuan itu telah melakukan pembunuhan," terang Wakil Inspektur Kepolisian Mamoonur Rasheed kepada Reuters. "Pada 3 Maret, dewan desa memutuskan untuk mengikutkan bocah perempuan ini dalam vani untuk menyelesaikan tudingan pembunuhan," imbuhnya.

Dewan desa setempat memutuskan bocah perempuan ini dinikahkan dengan remaja 14 tahun, yang merupakan sepupu istri kakak laki-lakinya yang meninggal. Sedangkan kakak laki-laki bocah ini diwajibkan membayar 150 ribu rupee atau setara Rp 18 juta kepada keluarga istrinya.

Praktik pernikahan dini masih marak di Pakistan. Data UNICEF mencatat, sekitar 3 persen anak perempuan di Pakistan dinikahkan sebelum mencapai usia 15 tahun dan sekitar 21 persen di antaranya dinikahkan di bawah usia 18 tahun. Orang tua anak-anak yang menikah dini seringkali sangat miskin sehingga menggunakan pernikahan sebagai cara untuk memberikan masa depan memadai bagi putri mereka.

Di bawah undang-undang yang berlaku di Pakistan, setiap orang tua yang menikahkan anak-anaknya di bawah umur terancam hukuman 1 bulan penjara dan denda hanya 1.000 rupee (Rp 124 ribu).

TEKNO
Redmi Note 11 & Note 11 Pro Segera Meluncur, Ini Spesifikasinya

Redmi Note 11 & Note 11 Pro Segera Meluncur, Ini Spesifikasinya

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:40

TANGERANGNEWS.com-Xiaomi kembali akan merilis seri terbaru Redmi, yakni Note 11 & Note 11 Pro di China dalam waktu dekat ini. Adapun informasi spesifikasi dan harganya telah tersebar

BANDARA
Jelang Libur Maulid, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Meningkat 

Jelang Libur Maulid, Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Diprediksi Meningkat 

Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:47

TANGERANGNEWS.com-Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada 20 Oktober 2021 besok diperkirakan meningkat

PROPERTI
Canna, Klaster Kedua  Paramount Petals 

Canna, Klaster Kedua  Paramount Petals 

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:25

TANGERANGNEWS.com–Paramount Petals kembali meluncurkan produk terbarunya. Sebuah hunian modern di kota baru yang tengah dikembangkan Paramount Land di Kawasan Curug, Kabupaten Tangerang

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin