Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANG – Gara-gara suara musik, sejumlah penumpang maskapai berbujet rendah Amerika Serikat, Spirit Airlines, berkelahi di dalam kabin pesawat. Perkelahian para penumpang wanita ini terjadi sesaat setelah pesawat mendarat.
Seperti dilansir CNN, Jumat (11/3/2016), insiden ini terjadi di dalam pesawat Spirit Airlines dengan nomor penerbangan 141 yang mengudara dari Baltimore menuju Los Angeles pada Rabu (9/3) waktu setempat. Pesawat baru saja mendarat di Bandara Internasional Los Angeles dan tengah bergerak untuk parkir, ketika insiden terjadi.
"Dua penumpang (wanita), yang sepertinya berada di bawah pengaruh alkohol, memainkan musik dengan keras menggunakan pengeras suara portabel," tutur juru bicara Spirit Airlines, Paul Berry, dalam keterangannya.
"Beberapa penumpang lainnya menanyai mereka apakah suara musik bisa dikecilkan. Salah satu penumpang wanita menolak dan mengatakan 'Apa yang akan Anda lakukan?'," imbuhnya.
"Kemudian untuk memprovokasi penumpang lainnya, mereka mengangkat pengeras suara itu ke udara dan mengarahkannya ke penumpang yang meminta suara musik dikecilkan. Ini memicu penumpang lain mendekat dan terjadilah perkelahian," jelas Berry.
Menurut Berry, sedikitnya ada lima penumpang yang terlibat perkelahian. Para penumpang lainnya sibuk mengabadikan perkelahian itu dengan telepon genggam mereka.
Polisi bandara dan FBI dikerahkan menangani insiden ini, ketika pesawat berhenti sempurna. Namun, tidak ada dakwaan pidana yang dijeratkan kepada penumpang yang berkelahi itu.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Rumah Sakit (RS) Melati Tangerang meraih penghargaan Juara 1 Produktivitas Kategori Perusahaan Menengah Tingkat Kota Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews