Connect With Us

Wanita Ini Raup Penghasilan Rp248 Juta dari Jual ASI

Redaksi | Senin, 19 Oktober 2020 | 09:42

Ilustrasi Ibu Menyusui. (Kompas.com / Kompas.com)

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita asal Florida, Amerika Serikat, sukses mendapat penghasilan ratusan juta rupiah dengan berjualan Air Susu Ibu (ASI).

Wanita bernama Julie Dennis ini merupakan ibu pengganti yang meminjamkan rahimnya dan melahirkan bayi untuk pasangan suami-istri.

Sebelumnya, ide jualan ASI ini muncul sejak Agustus 2019 ketika dia pertama kali menjadi ibu pengganti.

Julie pun menyediakan ASI selama enam bulan bagi bayi yang dilahirkannya.

Ketiks bayi sudah tidak perlu mendapatkan ASI eksklusif, dia lalu menjual air susunya.

Julie menjual ASI ke pasangan yang bayinya juga lahir dari ibu pengganti. Satu kantong ASI dihargai sekitar Rp18 ribu.

Hingga kini wanita berusia 32 tahun itu sudah menghasilkan uang Rp 284 juta hanya dari jualan ASI.

Sejauh ini Julie menyediakan kebutuhan ASI untuk dua bayi sampai usia mereka satu tahun.

Setiap bulannya, guru SD ini bisa menghasilkan 443 liter susu yang disimpannya di kulkas sebelum dikirimkan ke pemesan.

Menurutnya tujuan jualan ASI bukan sekadar untuk mendapatkan keuntungan, tapi membantu pasangan lain yang kesulitan mendapatkan ASI. 

Lagipula dia juga tidak punya bayi untuk disusui sehingga berpikir tidak ada salahnya jika mendapat keuntungan dari itu.

"Saya tidak punya bayi untuk disusui setelah enam bulan pertama. Saya dapat kompensasi dari situ (menyusui selama enam bulan) dan setelah selesai, saya mulai memasarkan ASI di Facebook dan ada keluarga lain yang membutuhkannya," katanya seperti dilansir dari CNBC Indonesia, Senin (19/10/2020).

Para orang tua yang juga punya bayi lewat ibu pengganti, tidak mau atau tidak bisa menyusui. Sehingga mereka menghubungi Julie.

Berbisnis ASI dan menjual secara online di AS ternyata juga menjadi kontroversi. Julie mengaku sering mendapat kritik karena mendulang uang dengan cara seperti itu.

"Saya dapat komentar yang menjelekkan-jelekkan karena meminta kompensasi untuk waktu yang saya habiskan dengan memompa ASI. Karena banyak dari mereka berpikir kalau ASI itu didapatkan secara gratis jadi kenapa saya harus menjualnya," ucapnya.

Menurutnya yang tidak diketahui orang-orang adalah waktu yang dia habiskan untuk memompa, membungkus dan mensterilkan alat pompa ASI. Selain itu kantong ASI juga harus dibeli dengan uang.

"Saya menghabiskan waktu berjam-jam untuk memompa ASI setiap harinya. Ditambah waktu untuk membersihkan, membungkus dan mensterilkan alat pompa ASI setiap kali selesai pemakaian," kata Julie.

Dia juga harus mengganti beberapa bagian alat pompa setiap 6-8 minggu. Belum lagi harga mesin sterilisasi dan empat alat pompa yang memerlukan biaya tidak sedikit untuk membeli serta merawatnya.

"Butuh kerja keras untuk memompa ASI secara eksklusif dan ini merupakan pekerjaan atas nama cinta," paparnya.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November, Ini Alasannya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:09

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memutusakan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani.

TEKNO
Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Cegah Serangan Siber PHP2Shell, Pemkot Tangerang Amankan 157 Aplikasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:21

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memastikan pelayanan publik berbasis digital tetap berjalan lancar. Pemkot juga menjamin seluruh data pribadi masyarakat berada dalam kondisi aman

HIBURAN
Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Meriahkan Halloween di Tangerang, RJ’s Sports Bar & Grill Hadirkan MIDNIGHT SPELL 

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:36

ARYADUTA Lippo Village, Tangerang, menghadirkan perayaan Halloween bertajuk MIDNIGHT SPELL: A Night of Music, Magic & Mystery pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill