KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG – Direktur Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Giri Suprapdiono membantah turut dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah Tangerang Selatan untuk calon wali kota incumbent Airin Rachmi Diany.
Giri berpendapat tudingan tak berdasar hukum. “Tidak benar KPK mengampanyekan salah seorang calon pilkada. KPK mempunyai program pilkada berintegritas,” kata Giri, Jumat (8/1).
Giri menjelaskan, dia sempat mengisi acara sosialisasi pengendalian gratifikasi di kota tersebut. Namun, dia tak mengucapkan dukungan kepada Airin seperti yang dituduhkan pengacara rival Airin, yakni Ikhsan Modjo-Habiburokhman.
“Tidak ada pujian antikorupsi seperti yang dikutip tim kuasa hukum. Itu diduga mengutip dari kutipan yang tidak benar,” kata Giri.
Menurut Giri, konteks acara saat itu adalah lembaga antirasuah sedang mengupayakan pencegahan korupsi di daerah yang rawan korupsi seperti Riau, Banten, Sumatra Utara, dan sebagainya.
Sebelumnya saat sidang pendahuluan perkara perselisihan hasil pemilihan kepala daerah 2015 di Mahkamah Konstitusi, Jumat (8/1), Habiburokhman menuding Giri terlibat kampanye Airin.
Habiburokhman menyebut Giri memuji Airin sebagai sosok yang antikorupsi. Pernyataan itu, kata Habiburokhman, terlontar ketika nama Airin disebut-sebut dalam kasus korupsi alat kesehatan yang menyeret suaminya Tubagus Chaeri “Wawan” Wardana.
Menurut Habiburokhman, tindakan Giri sebagai pejabat KPK yang memuji seseorang yang kemungkinan besar tersangkut masalah korupsi adalah tak etis.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menggencarkan langkah antisipasi dan penanganan darurat bencana di wilayahnya.
Debit Sungai Cisadane mengalami menurunan hingga 40 sentimeter (cm) dari batas normal. Hal ini memicu langkah antisipasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang guna memastikan ketersediaan sulai air baku bagi warga.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews