Connect With Us

Anak Pengantar Kopi di Gedung DPRD Jadi Anggota Dewan

FER | Kamis, 2 Juni 2016 | 13:00

Khairul (65), dan sang anak, Aprianto yang Menjadi anggota Dewan (Sumber Merdeka / TangerangNews)

TANGERANGNews.com–Khairul (65), menahan-nahan air matanya agar tak keluar ketika menyaksikan anaknya melangkah ke tengah ruang sidang paripurna DPRD Padang. Matanya lekat memandang sang anak, Aprianto, yang dilantik sebagai anggota DPRD dari PDI – Perjuangan, menggantikan Dedek Nuzul Putra.


Di sudut ruangan paripurna, tempat Khairul berdiri, orang-orang silih berganti menyalaminya. Mengucapkan selamat. Dada Khairul bergemuruh menjabat tangan. “Selamat. Peri jadi anggota dewan,” begitu kata orang-orang pada Khairul, yang sesekali sibuk memperbaiki jasnya yang kedodoran.

Di samping Khairul, sang istri, Erismatuti (57), ikut berdiri. Tubuh tuanya yang agak tambuh didandani. Erismatuti bersolek secantik mungkin, menyambut hari yang tak biasa itu. Sama dengan Khairul, matanya juga sabak.

Melihat ayah dan ibunyanya mematung di sudut ruangan, Aprianto yang sedang asyik berfoto bersama istri, anak dan Ketua DPRD Padang Erisman, langsung melangkah.

Dirangkulnya orangtua yang sudah membesarkannya dengan penuh harapan. Mereka berpelukan. Aprianto yang resmi menyandang status sebagai anggota dewan bak anak kecil.

Disandarkannya kepalanya ke bahu sang ayah, yang sudah tak tegap lagi. Matanya berkaca-kaca. “Terimakasih pak. Terimakasih,” kata Peri lirih.

Bibirnya gemetar menahan tangis. Status yang disandangnya luruh dihadapan orang yang sudah melahirkan dan membesarkannya.

Lahir 21 April 1984, Aprianto ditasbihkan sebagai anggota DPRD Padang termuda. Umurnya baru 32 tahun. Walau muda, Aprianto yang acap disapa Peri Kaliang, bukan orang yang mentah.

Dia berpengalaman. Sebelum jadi anggota dewan, malang-melintang di dunia kewartawanan. Sikapnya yang rendah hati, membuat orang banyak suka padanya. Dia ringan tangan. Apa yang disuruh, selesai olehnya.

Kawannya bejibun. Kala masih berjuang di masa kampanye, banyak tangan yang membantunya. Kini di pundak Peri, pemuda Alanglaweh, banyak harapan tertumpang. Dia diharapkan jadi pioner dalam menyuarakan kepentingan kaum badarai (rakyat jelata).

Peri dianggap mengerti dan paham kondisi masyarakat, sebab benar-benar berasal dari golongan yang tak berada. Doa-doa menyertai pelantikannya. Ayah satu anak tersebut diharapkan tak tergelincir di dunia politik praktis, yang banyak godaan.

Harapan itu pula yang jadi keinginan Khairul. Anaknya, diminta tak besar kepala. Tak basionjak-onjak dengan status kedewanan yang dimilikinya, dan selalu mengenal asalnya. Dunia politik, diharapkan mengajarkan Peri tentang norma dan membuka cakrawala berpikir. “Peri, jangan berubah. Tetap santun dan hormat kepada yang lebih tua,” kata Khairul.

Bagi Khairul, menyaksikan anaknya dilantik sebagai anggota DPRD, merupakan harapan, yang diletakannya di sudut hati paling dalam.

Harapan, yang jarang dikemukakannya dalam pikiran, dan ingin dibunuhnya agar tak diingat. Dia takut, keinginan tersebut jadi sumber penderitaan. Jadi beban, dan biang penyakit baginya yang sudah digerogoti usia.

Bukan tanpa sebab Khairul merasa demikian. Dalam pikirnya, bagaimana mungkin, seorang penjaga kantin di gedung bundar Sawahan seperti dirinya, bisa mengantarkan anak jadi anggota DPRD.

Hal yang mustahil menurutnya. Makanya, dia serupa bermimpi saja sewaktu menyaksikan anak keduanya dilantik sebagai anggota dewan.

Di DPRD Padang, Khairul yang punya anak lima, bukan orang asing. Bisa disebut, dia yang paling terkenal dan dikenal. Terhitung, sudah 28 tahun dirinya menjadi penjaga kantin di kantor yang terletak di Sawahan tersebut.

Bukan waktu yang singkat. Telah 6 periode kedewanan yang dia layani. Setiap hari, Khairul bertugas membuatkan kopi, teh atau makanan ringan lainnya untuk anggota dewan, serta staf Sekretariat.

Hari-harinya dihabiskan di sana. Saking terkenalnya, banyak anggota DPRD berkelakar, kalau Khairul merupakan anggota dewan ke-46. Keuntungan yang sedikit itu, dikumpulkannya untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Prinsip Khairul: Dia harus menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi. Biar dia saja yang hidup susah di lamun hidup. Anak-anaknya jangan sampai mengikuti jalannya pula sebagai penjaga kantin.

“Saya ingin, anak saya menjadi orang. Tak seperti bapaknya yang sampai tua begini hanya penjaga kantin atau ibunya yang hanya punya rumah makan kecil. Sebagai orangtua, saya hanya bisa berusaha agar anak bisa sekolah, serta mendoakannya agar jadi orang,” tutur Khairul.

Sekarang, Khairul boleh berbangga. Harapan yang tersuruk di hati terdalam, dia keluarkan. Meledak, seiring air mata bahagia, yang leleh di wajah keriputnya.

Aprianto, anaknya kini benar-benar jadi anggota dewan. Harapan Khairul bisa menyaksikan anaknya sukses di hari tua, tercapai. Tuhan mengabulkan pintanya dan menjabah doa nan setiap hari dihantarkan kepada Sang Khalik.

BISNIS
Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Beli Motor Honda di Tangerang Dapat Diskon Promo Tahun Baru Sampai Rp2 Juta, Ini Rinciannya

Jumat, 9 Januari 2026 | 20:41

Promo spesial berupa potongan harga sampai Rp2 juta ini berlaku hingga akhir Januari untuk membantu konsumen memiliki motor impian dengan lebih mudah dan hemat.

BANTEN
Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Investasi Sektor Hilirisasi Banten Tembus Rp41,3 Triliun pada 2025

Jumat, 16 Januari 2026 | 21:41

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mencatat sepanjang tahun 2025 (Januari–Desember), realisasi investasi berhasil menembus angka Rp130,2 triliun.

TOKOH
Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Innalillahi, Epy Kusnandar ”Kang Mus” Meninggal Dunia

Rabu, 3 Desember 2025 | 18:21

Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Aktor senior Epy Kusnandar meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025.Informasi tersebut pertama kali dibagikan melalui unggahan akun Instagram istrinya, Karina Ranau.

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill