Connect With Us

PLN Upayakan Penormalan Pasokan Listrik di Wilayah Jawa

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 28 September 2018 | 15:00

Petugas PLN saat melakukan perbaikan pada gardu tiang listrik. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-PLN berhasil mengurangi pemadaman akibat gangguan pada pembangkit Cirebon Energy Power berkapasitas 660 MW dan PLTU Suralaya unit 8 berkapasitas 590 MW, serta menurunnya muka air di Waduk Saguling dan Cirata. Upaya perbaikan ini terus dilakukan dengan target nyala untuk seluruh pelanggan.

Sebelumnya, Rabu (26/9/2018) kedua pembangkit ini mengalami gangguan yang memaksa PLN melakukan pemadaman di sebagian wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur karena mengalami penurunan tegangan di sistem 500 kV hingga 10% di Cirebon.

“Rabu (26/9/2018) malam, beban puncak sistem kelistrikan Jawa-Bali capai 26.750 MW, sedangkan total daya mampu 26.900 MW. Sebenarnya daya mampu cukup, namun ada keterbatasan transfer energi dari pembangkit di Jawa Timur ke Jawa Barat akibat tegangan rendah di Cirebon," jelas I Made Suprateka, Kepala Satuan Komunikasi Korporat.

Sementara itu, lanjut dia, kondisi Pembangkit di Jawa Barat yang sudah sejak Juli 2018 mengalami penurunan kemampuan akibat gangguan pipa gas milik CNOOC menyebabkan PLTGU Cilegon kehilangan daya sebesar 300 MW. 

"Maka gangguan di PLTU Suralaya, PLTU IPP Cirebon dan penurunan muka air di PLTA Cirata hari ini menyebabkan terjadi pemadaman sebesar 500 MW,” ungkapnya.

Saat ini kami sedang melakukan penormalan secara bertahap terhadap Gardu Induk yang berada di Jateng, DIY, Jatim, Banten dan Jawa Barat.

"Bagi para pelanggan yang terkena dampak pemadaman, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. PLN tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan harapan listrik bisa segera menyala dan kembali menikmati pelayanan," tutup Made.(RAZ/RGI)

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

BANTEN
Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Kembangkan Sekolah Unggulan, Pemprov Banten Jajaki Kerja Sama dengan Cambridge School

Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58

Gubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia guna meningkatkan mutu pendidikan di wilayahnya.

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

TOKOH
Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Dari Bengkel Kecil di Karawaci, Pengusaha Sepatu Ini Kini Produksi Ribuan Pasang untuk Puluhan Brand Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:56

Sektor fesyen dan alas kaki merupakan salah satu industri kreatif yang masih potensial. Salah satunya digeluti Agus Eliawan atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mas Gokil.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill