KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.COM-Wakil Presiden Yusuf Kalla, Menko Kesra Aburizal Bakri, dan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto yang datang ke lokasi kejadian jebolnya tanggul Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan mengatakan. Pemerintah turut berduka cita atas meninggalnya korban. Dia mendoakan semoga seluruh arwan yang meninggal diterima disisi Allah SWT. "Atas nama pemerintah kami turut berbela sungkawa," kata Kalla hari ini. Menurut dia, pemerintah akan menjamin dan memberikan ganti rugi kepada warga yang kehilangan harta bendanya. Misalnya tempat tinggal yang dibutuhkan sesuai dengan aturan yang ada. "Kami akan menjamin itu. Termasuk bantuan kesehatan," ungkapnya. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane Pitoyo Subandrio mengatakan, jebolnya tanggul Situ Gintung karena tidak mampu menampung air akibat hujan deras termasuk hujan es yang turun pada Kamis (26/3) pukul 04.00 WIB-10.00 WIB. Akibatnya, terjadi limpasan di atas bendungan sehingga terjadi gerusan tanah dan longsor. "Bendungan apapun jenisnya jika terjadi seperti itu pasti akan jebol," terangnya.(den)
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGAntusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten resmi mengumumkan Pembelajaran Tatap Muka (Luring) bagi seluruh satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SKh negeri maupun swasta mulai Senin, 14 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews