Connect With Us

Tiga Alasan Darurat Ini Bolehkan Warga Mudik

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 1 Mei 2020 | 10:17

| Dibaca : 8224

Ilustrasi Larangan Mudik. (@TangerangNews2020 / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah telah melarang masyarakat melakukan mudik pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini  dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

Meski demikian, ada kondisi tertentu yang memperbolehkan warga mudik ke kampung halaman.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Agus Wibowo mengatakan di tengah pandemi COVID-19, masyarakat masih diizinkan untuk mudik.

Namun dengan syarat, membawa surat keterangan mengenai kondisinya.

Ada tiga instansi yang mengeluarkan surat keterangan tersebut, yakni Dinas Perhubungan, Kepolisian Resor (Polres), dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

"Selain itu harus punya alasan darurat untuk pulang kampung. Jadi ada diskresi (untuk situasi-situasi tertentu)," kata Agus, Kamis (30/4/2020).

Hal tersebut juga diamini Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri Kombes Benyamin.

Menurutnya, alasan darurat yang membolehkan mudik misalnya karena anggota keluarga yang meninggal atau sedang sakit.

"Misalnya orang tuanya sakit, silakan ngomong di perbatasan," kata Benyamin.

Kecuali, jika penyebab keluarga sakit atau meninggal karena terinfeksi 

COVID-19. Alasan tersebut tidak berlaku.

"Kalau sakitnya corona enggak bisa dijenguk, enggak bisa dilihat percuma. Enggak usah pulang kalau sakitnya itu. Tapi kalau bukan karena corona masih dimaklumi," tuturnya.

Dia juga memberikan keringanan kepada pemudik yang hendak pulang karena alasan darurat tersebut dengan tak perlu membawa surat keterangan. Cukup dibuktikan lewat telepon video (video call).

"Pemudik bisa menunjukkan video call kondisi anggota keluarga yang sedang sakit atau meninggal dunia kepada petugas di pos penyekatan atau titik pengawasan (checkpoint)," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, selain alasan keluarga sakit atau meninggal, yang diizinkan warga untuk keluar kota yakni karena ada tugas pekerjaan.

"Kalau melaksanakan pekerjaan atau proyek kita izinkan," kata Sambodo.

Namun begitu, harus dibuktikan dengan surat kematian, surat keterangan dari rumah sakit atau surat tugas dari kantor.

"Harus ada surat keterangan yang menunjukkan dia enggak mudik tapi dia berpergian untuk tujuan kerja, ada kemalangan, dan sebagainya," ujarnya.

Kebijakan tersebut juga telah disosialisasikan kepada seluruh anggota di wilayah Polda Metro Jaya yang bertugas di seluruh pos penyekatan larangan mudik.

"Saya sudah sampaikan kalaupun ada penyekatan ada beberapa toleransi," kata Sambodo. (RAZ/RAC)

TEKNO
Pertama di Indonesia, ITS Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Pertama di Indonesia, ITS Kembangkan Mobil Tanpa Sopir

Kamis, 16 September 2021 | 21:08

TANGERANGNEWS.com-i-Car mobil tanpa awak dengan jaringan internet 5G pertama di Indonesia tengah dikembangkan oleh Institut Teknologi 10 November (ITS)

KOTA TANGERANG
Kesaksian Ketua RW Soal Penembakan Ketua Majelis Taklim di Pinang Tangerang

Kesaksian Ketua RW Soal Penembakan Ketua Majelis Taklim di Pinang Tangerang

Minggu, 19 September 2021 | 19:11

TANGERANGNEWS.com-Ketua RW05, Kunciran Induk, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang Ahmad Mangku, menceritakan detik-detik penembakan Ketua Majelis Taklim Alex hingga tewas, Sabtu 18 September 2021

BISNIS
Brand Lokal 3Second Garap Segmen Keluarga di Tangcity Mal, Ada Diskon Sampai 50 %

Brand Lokal 3Second Garap Segmen Keluarga di Tangcity Mal, Ada Diskon Sampai 50 %

Minggu, 19 September 2021 | 16:18

TANGERANGNEWS.com-Untuk pada pecinta fashion terutama brand lokal, sekarang 3Second Store hadir lebih luas dan lebih nyaman di Tangcity Mal, Ground floor. Tak hanya itu, brand pakaian asal Bandung

MANCANEGARA
WNA Portugal Korban Kebakaran Lapas Tangerang Batal Dikremasi karena Beragama Islam

WNA Portugal Korban Kebakaran Lapas Tangerang Batal Dikremasi karena Beragama Islam

Rabu, 15 September 2021 | 19:48

TANGERANGNEWS.com-Jenazah narapidana warga negara asing (WNA) asal Portugal, Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo, 51, yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang batal Dikremasi

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin