RSUD Panunggangan Bakal Fokus Layani Persalinan dan Kesehatan Ibu-Anak
Jumat, 17 Juli 2026 | 13:51
RSUD Panunggangan Barat akan hadir sebagai fasilitas kesehatan tipe D yang berfokus pada pelayanan ibu dan anak.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir kembali membuat gebrakan. Kali ini dia menunjuk Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, sebagai Direktur Digital of Business Telkom.
Dilansir dari Kompas, penunjukkan Fajrin merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom, pada Jumat (19/6/2020), menggantikan posisi Faizal R Djoemadi.
Fajrin Rasyid merupakan figur yang disebut Erick sebagai Direktur Telkom yang berusia di bawah 40 tahun. Pria berkacamata ini genap berusia 34 tahun pada 11 September mendatang.
Terkait penunjukkan dirinya sebagai Direktur Telkom, Fajrin pun membenarkannya. Dia berharap, kehadirannya di Telkom dapat memajukan telekomunikasi Indonesia.
"Sekarang saatnya saya membantu Indonesia lebih maju lagi. Fokusnya mengembangkan telekomunikasi Indonesia bersama Telkom, Tbk," ujar Fajrin dalam keterangan tertulisnya.
Pengalamannya dalam membesarkan bisni stratrup juga dugarapkan dapat bermanfaat di Telkom. "Semoga pengalaman saya membawa kontribusi untuk mengembangkan Telkom," imbuh Fajrin Rasyid.
Diketahui, pria lulusan Teknik Informatika ITB ini telah menjabat sebagai Presiden Bukalapak sejak 25 Juni 2018, setelah menjabat sebagai Chief Financial Officer selama tujuh tahun. (RAZ/RAC)
RSUD Panunggangan Barat akan hadir sebagai fasilitas kesehatan tipe D yang berfokus pada pelayanan ibu dan anak.
TODAY TAGSebagai garda terdepan biosekuriti nasional, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten terus memperkuat sistem pengawasan terhadap lalu lintas hewan yang melintasi Bandara Soekarno-Hatta.
Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews