Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANGNEWS.com-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir kembali membuat gebrakan. Kali ini dia menunjuk Co-Founder sekaligus Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, sebagai Direktur Digital of Business Telkom.
Dilansir dari Kompas, penunjukkan Fajrin merupakan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telkom, pada Jumat (19/6/2020), menggantikan posisi Faizal R Djoemadi.
Fajrin Rasyid merupakan figur yang disebut Erick sebagai Direktur Telkom yang berusia di bawah 40 tahun. Pria berkacamata ini genap berusia 34 tahun pada 11 September mendatang.
Terkait penunjukkan dirinya sebagai Direktur Telkom, Fajrin pun membenarkannya. Dia berharap, kehadirannya di Telkom dapat memajukan telekomunikasi Indonesia.
"Sekarang saatnya saya membantu Indonesia lebih maju lagi. Fokusnya mengembangkan telekomunikasi Indonesia bersama Telkom, Tbk," ujar Fajrin dalam keterangan tertulisnya.
Pengalamannya dalam membesarkan bisni stratrup juga dugarapkan dapat bermanfaat di Telkom. "Semoga pengalaman saya membawa kontribusi untuk mengembangkan Telkom," imbuh Fajrin Rasyid.
Diketahui, pria lulusan Teknik Informatika ITB ini telah menjabat sebagai Presiden Bukalapak sejak 25 Juni 2018, setelah menjabat sebagai Chief Financial Officer selama tujuh tahun. (RAZ/RAC)
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGMemilih toko vape yang tepat adalah kunci mendapatkan produk original dengan harga yang fair. Vapeo Vapestore telah menjadi pilihan utama para vaper di Kabupaten Tangerang
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan menggelar Job Fair Edisi HUT Ke-33 Kota Tangerang, di GOR Nambo Jaya, Kecamatan Karawaci, pada 3 Februari, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews