Connect With Us

Obat COVID-19 Segera Beredar, Harganya Rp3 Juta

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 2 Oktober 2020 | 11:59

Ilustrasi Obat. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-PT Kalbe Farma Tbk segera mengedarkan antivirus Covifor (remdesivir) untuk pasien COVID-19 di Indonesia. Obat tersebut diimpor dari India yang dibuat oleh perusahaan bernama Hetero. Untuk harganya, Covifor akan dijual Rp3 juta per dosis. 

“Covifor akan diimpor oleh anak perusahan Hetero, yakni PT Amarox Pharma Global. Distributornya Kalbe Farma, kita sudah siap untuk mendistribusikan produk tersebut ke seluruh Indonesia,” ujar Vidjongtius, Presiden Direktur Kalbe Farma seperti dilansir dari Deticom, Kamis (1/10/2020).

Dalam konferensi pers virtualnya, Vidjongtius mengatakan kerja sama pemasaran dan distribusi ini ini akan dilakukan segera, karena sudah kesepakatan untuk memberikan layanan kepada pasien yang ada di rumah sakit.

Dalam pendistribusian ini, Kalbe Farma telah siap dengan infrastrukturnya yang tersebar di seluruh Indonesia. Kalbe berharap ketersediaan Covifor ini bisa sesegera mungkin, agar bisa meningkatkan angka kesembuhan COVID-19.

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Erlina Burhan menjelaskan cara kerja remdesivir. Obat tersebut berfungsi untuk menghambat replikasi virus Corona di dalam tubuh manusia.

Vidjongtius menjelaskan Covifor dijual di Indonesia seharga Rp 3 juta per dosis. Namun harga tersebut masih bisa disesuaikan ke depannya jika volumenya mengalami peningkatan.

"Mengenai harga, bahwa harga memang saat ini sekitar Rp3 juta. Ini harga juga sangat tergantung dengan volume. Jadi kalau misalnya volumenya meningkat, harga juga semua bisa ditinjau kembali," sebutnya.

Lalu, tidak ada pembatasan kuota yang dilakukan perusahaan India untuk memasok remdesivir ke Indonesia. Jadi itu tergantung kebutuhan saja.

Selain itu, obat tersebut rencananya tidak diedarkan bebas melainkan hanya didistribusikan kepada rumah sakit saja. Hal ini merupakan kebijakan dari Badan POM yang memberikan otorisasi penggunaan darurat kepada rumah sakit.

“Jadi ini penggunaan emergency use authorization. Karena itu, semua penanganannya atau distribusi obat Covifor ini akan langsung ke rumah sakit," kata Vidjongtius.

Dia memastikan produk tersebut tidak akan didistribusikan melalui kanal lain, misalnya apotek. Tidak diedarkannya antivirus Covifor secara bebas agar peruntukkannya benar-benar tepat.

"Jadi tidak bisa istilahnya ke instalasi yang lain untuk apotek tapi langsung ke rumah sakit. Yang harus kami yakinkan distribusinya supaya pemanfaatan produk ini adalah dilakukan dengan tepat kepada pasien itu langsung di rumah sakit," jelasnya. (RAZ/RAC)

TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill