Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com- Bagi kamu yang ingin memiliki rumah atau apartemen, apakah sudah ada yang tahu aplikasi yang dapat menjadikan impian kita menjadi nyata. Aplikasi tersebut sudah tersedia loh di Apple App Store maupun Google Play Store. Namanya, KawanCicil.
PT Kawan Cicil Teknologi Utama atau yang akrab disebut KawanCicil, platform layanan keuangan berbasis teknologi informasi ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2018.
Bahkan KawanCicil telah bekerja sama dengan sejumlah pengembang besar, termasuk di kepada PT BSD Tangerang atau Sinar Mas Land.
Bentuk kerja sama berupa produk #KawanDP yaitu program pinjaman melalui platform KawanCicil yang bertujuan membantu pelanggan dalam membayar cicilan properti Sinar Mas Land yang dimiliki.
Chief Transformation Officer Sinar Mas Land, Mulyawan Gani menjelaskan, Sinar Mas Land sebagai perusahaan properti yang sudah malang melintang di industri selama lebih dari 40 tahun senantiasa beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk memberikan produk dan layanan terbaik bagi konsumen.
"Kerjasama dengan Kawan Cicil ini merupakan upaya kami untuk meringankan konsumen dalam pembayaran sehingga semakin memudahkan masyarakat luas dalam membeli properti. Kolaborasi ini menjadi salah satu inisiatif dan inovasi yang membedakan Sinar Mas Land dari kompetitornya,” ujarnya.
Tujuan dari kerja sama strategis ini adalah untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan properti selain bank, pembiayaan melalui platform fintech ini menjadi salah satu opsi yang dapat dipilih karena kemudahan dan kecepatan yang diberikan.
Dengan menggandeng KawanCicil sebagai alternatif pembiayaan lainnya, Sinar Mas Land melihat peluang untuk mengoptimalkan pengalaman pelanggan saat membeli rumah.
Antusiasme terhadap kerja sama ini juga datang dari pihak KawanCicil. Managing Director KawanCicil, Joyce Andries percaya bahwa kerja sama ini akan membawa pengaruh positif tidak hanya untuk kedua belah pihak, namun juga kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia melalui inovasi dan solusi finansial yang ditawarkan.
“KawanCicil sebagai peer-to-peer lending platform senantiasa memberikan pengalaman yang terbaik bagi para pelanggannya dengan menyediakan berbagai jenis produk untuk bermacam-macam kebutuhan keuangan masyarakat. Dengan kerja sama ini, kami menambah satu produk lagi, #KawanDP yang dapat memberikan solusi finansial secara spesifik sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Joyce.
Program #KawanDP ini bisa dinikmati mulai dari Januari 2021 dengan jumlah pinjaman hingga Rp2 miliar.
Dalam memberikan kemudahan kepada konsumen, Joyce mengatakan, bahwa tim KawanCicil tetap akan melakukan analisis secara komprehensif terlebih dahulu melalui persyaratan dan dokumen yang dilengkapi untuk menentukan apakah pengajuan pinjaman dapat disetujui atau tidak.
Sebagai informasi, akses pengajuan #KawanDP dapat dilakukan dengan langkah mudah melalui situs www.kawancicil.co.id atau aplikasi KawanCicilBorrower yang dapat diunduh di Apple App Store maupun Google Play Store. Pelanggan terlebih dahulu harus mendaftar akun KawanCicil dan kemudian melengkapi data-data. Setelah terdaftar, pelanggan dapat mengajukan pinjaman dengan memilih jenis pinjaman yang ditampilkan pada akun.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGUlama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kekuasaan sering kali merasa mengetahui apa yang terbaik bagi rakyatnya. Dengan kewenangan yang dimiliki, pemerintah dapat membuat peraturan, mengalokasikan anggaran, membangun infrastruktur, dan menentukan arah pembangunan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews