Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Di Twitter Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat agar mengisi media sosial dengan berita yang penuh kesejukan dan keteduhan.
"Kita terus membangun infrastruktur digital yang lengkap dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Mari kita manfaatkan untuk hal-hal yang positif. Mengisinya dengan penuh tanggung jawab, termasuk mengisi pemberitaan di media sosial dengan keteduhan dan kesejukan," tulis Jokowi, pagi ini.
Ia mengatakan, konektivitas fisik dan digital akan semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Selain itu, konektivitas itu menurutnya juga bisa dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman dalam membangun daerah dan desa.
Menurutnya di Indonesia ada 75 ribu desa, 514 kabupaten/kota, yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
Jokowi Minta Infrastruktur Digital Dipakai untuk Hal Positif
Media sosial diketahui menjadi sesuatu yang penting diera digital saat ini. Namun, tak jarang media sosial dimanfaatkan untuk sesuatu yang negatif.
Pada Oktober 2020 misalnya, Kemenkominfo mengaku telah memblokir 1.759 akun penyebar kabar bohong (hoaks) terkait virus corona (Covid-19) di berbagai platform media sosial. Rinciannya 1.300 akun Facebook, 15 akun Instagram, 424 akun Twitter, dan 20 akun Youtube.
Sudah ada 104 orang yang menjadi tersangka akibat memproduksi dan menyebarluaskan kabar bohong di media sosial. Sebanyak 17 di antaranya sudah ditahan oleh pihak kepolisian.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGSekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews