Connect With Us

Kapolri: Tindak Tegas Anggota yang Melanggar, Tidak Pakai Lama

Tim TangerangNews.com | Selasa, 19 Oktober 2021 | 19:42

| Dibaca : 541

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (@TangerangNews / Dok. Polri)

TANGERANGNEWS.com-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugas. 

Instruksi Kapolri tersebut disampaikan ke seluruh kepala satuan wilayah (Kasatwil)  untuk tidak ragu menjatuhkan sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada anggotanya yang tak menjalankan tugas sesuai aturan.

"Perlu tindakan tegas, jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih," tegas Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta, Selasa 19 Oktober 2021, dikutip dalam keterangan tertulis Divisi Humas Polri.

Kapolri menekankan, perbuatan oknum polisi yang menyalahi aturan telah merusak marwah institusi Polri dan juga mencederai kerja keras serta komitmen personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja maksimal untuk masyarakat.

Ia mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di antaranya memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi, dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Banten ini berharap dengan adanya tindakan tegas kepada oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Mengingat, perbuatan dari oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang lelah,  yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," kata Kapolri.

Di sisi lain, mantan Kabareskrim Polri ini memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras menjaga nama baik institusi serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia.

Ia berharap perilaku oknum kepolisian tersebut tidak mengendorkan semangat personel Polri lainnya yang telah bekerja baik selama ini. "Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat, dan yakini apa yang dilakukan di lapangan benar sesuai SOP. Namun apabila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, maka saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," kata Kapolri.

Ke depan, lanjut dia, seluruh jajaran Polri harus mampu membaca situasi kapan harus mengedepankan pendekatan humanis dan kapan harus melakukan tindakan tegas sesuai standar operasi prosedur (SOP).

"Jadi lakukan langkah kapan rekan-rekan harus humanis, kapan rekan-rekan laksanakan langkah-langkah tegas di lapangan sebagaimana SOP yang berlaku. Itu semua ada ukuran," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan masukan dan kritiknya kepada Polri. Menurut dia, semua aspirasi tersebut akan dijadikan bahan evaluasi demi kebaikan dan kemajuan Polri.

Dia memastikan Polri lembaga yang terbuka sehingga tidak antikritik, apalagi masukan yang sifatnya membangun untuk menjadikan lebih baik lagi ke depannya.

"Jangan antikritik, apabila ada kritik dari masyarakat lakukan introspeksi untuk menjadi lebih baik," tegasnya.

Sebelumnya, Kapolri menerbitkan surat telegram (STR) usai kasus oknum anggota polisi membanting mahasiswa di Tangerang, Banten, hingga polisi lalu lintas (polantas) menganiaya pengendara sepeda motor di Sumatera Utara baru-baru ini. Kapolri meminta para Kapolda menindak tegas para anggota yang melakukan pelanggaran dengan menggunakan kekerasan secara berlebihan.

TEKNO
Konsultasi Hukum Bisa Video Call Lewat Pocket Legals 

Konsultasi Hukum Bisa Video Call Lewat Pocket Legals 

Rabu, 17 November 2021 | 12:03

TANGERANGNEWS.com-Kecanggihan teknologi membuat apa saja jadi lebih mudah. Tak terkecuali jika ingin melakukan konsultasi hukum

BANDARA
Rencana Penerapan PPKM Level 3, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Skema Ini

Rencana Penerapan PPKM Level 3, Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Skema Ini

Jumat, 26 November 2021 | 12:43

TANGERANGNEWS.com-Pengelola Bandara Soekarno-Hatta mempersiapkan skema baru menanggapi rencana penerapan PPKM Level 3. Adapun skema tersebut di antaranya dengan membatasi jumlah penumpang dalam satu hari

SPORT
Kecelakaan, Mobil Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Terbalik saat Ikut Reli

Kecelakaan, Mobil Bambang Soesatyo dan Sean Gelael Terbalik saat Ikut Reli

Sabtu, 27 November 2021 | 19:51

TANGERANGNEWS.com-Ketua MPR RI yang juga Ketua Umum PP IMI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengalami kecelakaan saat mengikuti Kejuaraan Sprint Rally di Meikarta bersama pembalap Sean Gelael, Sabtu 27 November 2021

OPINI
Setop Propaganda Seks Bebas di Kampus Berkedok Anti-Kekerasan Seksual!

Setop Propaganda Seks Bebas di Kampus Berkedok Anti-Kekerasan Seksual!

Senin, 15 November 2021 | 16:59

TANGERANGNEWS.com-Seorang bandar narkoba mendatangi kepala sekolah SMA dan minta kepala sekolah melarang penjualan semua jenis narkoba apa pun kepada para siswa. Tentu seruan ini bagus dan disambut baik oleh kepala sekolah

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin