Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyampaikan, adanya potensi terjadinya gempa megathrust berkekuatan M8,7 di Selat Sunda, bisa membawa dampak yang lebih parah bagi wilayah DKI Jakarta.
Menurut Daryono, kalau berdasarkan pemodelan shakemap, 8,7 maka wilayah Lampung, Banten, dan Jawa Barat terguncang mencapai 7-8 MMI (destruktif). Kerusakan sedang hingga berat, termasuk Jakarta.
“Apalagi tanah Jakarta lunak, kerusakan bisa lebih parah juga,” kata Daryono dalam Polemik MNC Trijaya FM bertajuk ‘Waspada Gempa Megathrust dan Bencana Hitrometrologi’ secara daring, Sabtu 22 Januari 2022, dikutip dari iNews..
Peringatan potensi terjadinya gempa megathrust berkekuatan M8,7 di Selat Sunda disampaikan oleh Institut Teknik Bandung (ITB) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terkait dengan terjadinya gempa Banten M6,6 pada Jumat pekan lalu yang banyak menimbulkan kerusakan di sebagian wilayah Banten.
Daryono mengatakan bahwa sangat bisa hasil modelling tsunami ini dijadikan acuan karena sudah dimitigasi oleh para ahli. Terkait metodenya pun telah disepakati. Dalam pemodelan tsunami, Selat Sunda, Jabar, Bandar Lampung, bisa mencapai 15-20 meter.
Lalu, bisa menyusut ke Selat Sunda memutar sampai ke Utara Jakarta, tapi hanya 1,5 meter. “Yang penting bukan saat pasang purnama karena tsunaminya bisa lebih tinggi, termasuk juga terdampak ke pesisir Sumatera,” terang Daryono.
Lebih lanjut Daryono menuturkan, pemerintah juga terus mendukung dengan dipasangnya alat mitigasi yang lengkap di Selat Sunda. “Sensor system ada 18, tide gauge ada 5, water level, automatic water system ada, IDSL punya KKP, BIG menaruh sensor tide gauge, 2 sirine tsunami yang ditempatkan Lampung dan Anyer, sirine tsunami ada 5 di sana,” urainya.
Ia menambahkan, BMKG pun terus mengedukasi masyarakat dan stakeholder supaya memiliki respons dan dapat mengurangi risiko bencana alam. BMKG selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa memang proses alam ada yang membahayakan, sehingga masyarakat harus paham cara menyelamatkan diri.
TODAY TAGPercepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews