Peluang Argentina Back to Back Juarai Piala Dunia 2026
Rabu, 15 Juli 2026 | 12:55
Persaingan menuju gelar Piala Dunia 2026 hanya menyisakan empat negara, yakni Timnas Argentina, Timnas Inggris, Timnas Prancis, dan Timnas Spanyol.
TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Mantan Ketua PWI Pusat Margiono meninggal di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Modular, Jakarta, pada Selasa 1 Februari 2022 pada pukul 09.45 WIB.
Ketua Umum Pengurus PWI Pusat, Atal S Depari mengonfirmasi berita duka tersebut. "Benar (kabar meninggal). Keluarga besar PWI sangat merasa kehilangan beliau," kata Atal seperti dikutip dari Detik, Selasa 1 Februari 2022.
Menurut Atal, Margiono terkenal sebagai sosok yang ramah dan humoris. "Beliau ini sangat ramah dengan siapapun. Beliau adalah ketua yang sangat humoris," tuturnya.
Margiono terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres PWI pada 2008. Dia menjabat ketua umum selama dua periode, yaitu 2008-2013 dan 2013-2018. Mendiang semasa hidupnya merupakan wartawan senior yang telah malang-melintang di dunia pers sejak zaman Orde Baru.
Karir jurnalistik Margiono dimulai dari wartawan Jawa Pos yang kemudian menjadi Pemimpin Redaksi koran itu. Lalu ia membesarkan Rakyat Merdeka, yang merupakan salah satu produk dari Jawa Pos mulai dari Pemimpin Redaksi hingga sempat menjadi Direktur Utama grup tersebut.
Almarhum Margiono juga terkenal dengan aksi beraninya yang menampilkan cover Presiden Soeharto berpakaian raja dalam kartu king di majalah D&R. Aksi itu berujung majalah tersebut kehilangan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP).
TODAY TAGPersaingan menuju gelar Piala Dunia 2026 hanya menyisakan empat negara, yakni Timnas Argentina, Timnas Inggris, Timnas Prancis, dan Timnas Spanyol.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews