ITTS Jadi Kampus Pertama di Asia Tenggara yang Masuk Ekosistem WordPress Credits
Kamis, 17 September 2026 | 18:01
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TANGERANGNEWS.com- Media sosial tengah diramaikan oleh pembahasan mengenai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
ADHD merupakan gangguan mental yang umumnya diderita oleh anak-anak, menyebabkan anak kesulitan untuk memfokuskan perhatian, pun berperilaku secara impulsif dan hiperaktif.
Meski termasuk dalam gangguan mental, seorang anak ADHD memiliki banyak sekali kelebihan yang dapat diasah. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir.
1. Gesit
Meski cenderung memiliki gangguan perkembangan terutama dalam hal belajar, seorang anak ADHD mampu bergerak secara cepat dan gesit. Hal itu didukung dari jumlah energi dari anak ADHD biasanya lebih banyak dari anak pada umumnya, anak ADHD pun gemar melakukan aktivitas melompat, berlari, hingga memanjat pohon.
2. Kaya akan Ide
Anak ADHD memiliki rasa penasaran yang sangat kuat sehingga akan melakukan berbagai cara untuk mencari tahu sehingga mendorong kemampuan otaknya untuk memikirkan banyak ide.
3. Berani
Keinginannya untuk selalu mencoba hal baru menjadi salah satu faktor anak ADHD tergolong pemberani. Bahkan, anak ADHD tak ragu mengambil risiko guna memuaskan rasa keingintahuannya.
4. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi
Bagi seorang anak ADHD banyak hal di sekitarnya menjadi sesuatu yang menarik sehingga mendorongnya memiliki rasa keingintahuan yang amat tinggi. Anak ADHD suka mengeksplorasi dengan caranya sendiri dan tidak jarang menemukan sesuatu yang baru.
5. Tahan Banting
Memiliki kecenderungan aktif bergerak, seorang anak ADHD tidak mudah merasa lelah dan mampu terus bermain meski berulang kali terjatuh.
Demikian beberapa kelebihan yang dimiliki oleh seorang anak ADHD. Orang tua memiliki peran penting untuk terus membimbing dan mengasah kemampuan anak-anaknya guna merajut masa depannya kelak. Semoga bermanfaat!
Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS) menorehkan pencapaian membanggakan di kancah pendidikan tinggi internasional.
TODAY TAGAsosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) berkolaborasi dengan Universitas Bunda Mulia (UBM) dalam pengembangan inovasi serta pemanfaatan data science dan artificial intelligence (AI) di sektor ritel.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews