Nomor WA Sekda Kota Tangerang Diduga Diretas, Chat Pura-pura Pinjam Uang
Rabu, 2 April 2025 | 12:23
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
TANGERANGNEWS.com-Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak telah usai diselenggarakan di 171 daerah di Indonesia pada Rabu (27/6/2018) kemarin.
Kota Tangerang pun termasuk dalam salah satu daerah yang menyelenggarakan pesta demokrasi lima tahunan itu.
Sampai-sampai, perhelatan Pilkada di Kota Tangerang ini menjadi sorotan dunia. Sebab, pasangan calon kepala daerah hanya melawan kotak kosong.
Sebagai junalis dan juga warga Kota Tangerang, saya mencatat lima fakta menarik mengenai perhelatan Pilkada di Kota Tangerang yang hanya diikuti calon tunggal Arief R Wismansyah - Sachrudin versus kotak kosong.
Berikut rangkumannya :
1. Incumbent Arief - Sachrudin Tak Tertandingi
Kota Tangerang saat ini minim pemimpin. Selain Arief R Wismansyah tiada lagi yang bersedia menahkodai kota penyangga Ibukota Indonesia ini.
Di Pilkada Kota Tangerang 2018, hanya Arief yang mencalonkan diri sebagai Wali Kota Tangerang. Arief sebetulnya merupakan petahana yang sudah memimpin sejak 2013.
Sachrudin, Wakil Wali Kota Tangerang sejak 2013 pun tak ingin menjadi lawan kandidat Arief. Mantan camat Pinang ini lebih memilih melebur dengan Arief.
Arief pun mengiyakannya dan kembali merangkul Wakilnya Sachrudin di Pilkada Kota Tangerang 2018 dengan melawan kotak kosong.
Incumbent tersebut laris manis diusung 12 partai politik. Parpol yang berkoalisi mendukung calon tunggal itu diantaranya Partai Demokrat, PDIP, Golkar, PPP, PKB, PAN, PKS, Gerindra, Hanura, Nasdem, PSI dan Perindo.
Pesta demokrasi tahun ini justru sangat jauh berbeda dibanding periode sebelumnya. Pasangan Arief - Sachrudin yang diusung seluruh parpol, namun pada periode sebelumnya pasangan ini hanya didukung tiga parpol.
Pada 2013, Arief - Sachrudin memiliki empat pasangan lawan diantaranya pasangan Harry Mulya Zein - Iskandar diusung tiga parpol, pasangan Abdul Syukur - Hilmi Fuad diusung lima parpol, pasangan Dedi Gumelar - Suratno didukung dua parpol dan pasangan Ahmad Marju Kodri - Gatot Suprijanto yang didukung enam parpol.
Pada pesta demokrasi 2013, meskipun hanya diusung tiga parpol Arief - Sachrudin pun menang telak dari rivalnya.
Arief - Sachrudin memperoleh suara sebanyak 320.810 pemilih atau 49,05 persen yang diikuti pasangan Abdul Syukur - Hilmi Fuad dengan perolehan suara sebanyak 187.003 atau 29,91 persen pemilih.
Kemenangan itu membuat Arief - Sachrudin menjabat sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang sejak 24 Desember 2013 silam.
2. Kokohnya Arief - Sachrudin di Pilkada Kota Tangerang
Pasangan Arief - Sachrudin membuktikan kekokohannya untuk menjadi pemimpin di Kota Tangerang. Saat pemilihan pada Rabu (27/6/2018), incumbent tersebut menang telak melawan kotak kosong.
Berdasarkan hasil penghitungan real count KPU Kota Tangerang, Arief - Sachrudin memperoleh suara sebanyak 502.563 atau 86 persen pemilih. Sedangkan kotak kosong memperoleh suara sebanyak 82.125 atau 14 persen.
Menurut data KPU, daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada Kota Tangerang sebanyak 1.027.522 DPT. Dari jumlah tersebut, sebanyak 598.334 masyarakat telah menggunakan hak pilihnya.
Sedangkan suara sah mencapai 580.429 dan suara tidak sah sebanyak 10.587 dengan total suara 591.459 atau jika dipersentasikan mencapai 71 persen partisipasi.
Meskipun perolehan suara tersebut masih menunggu pleno tingkat KPU Kota Tangerang, dipastikan pasangan Arief - Sachrudin bakal menjabat kembali sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang periode 2018 - 2023.
Kasus penipuan dengan modus pura-pura meminjam uang melalui pesan WhatsApp (WA) terjadi di Kota Tangerang.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.