Connect With Us

Rencana Sekolah Tatap Muka 2021

Redaksi | Rabu, 23 Desember 2020 | 10:37

| Dibaca : 392

Mahasiswi Nurisnani Laden Okti Widya Hapsari. (@TangerangNews / Istimewa)

Oleh: Nurisnani Laden Okti Widya Hapsari

TANGERANGNEWS.com-Sejak adanya pandemi Covid-19 di Indonesia banyak yang mengalami perubahan seperti salah satunya sektor pendidikan.

Perubahan yang sangat dirasakan yaitu saat pembelajaran yang biasanya diadakan secara langsung atau pembelajaran tatap muka kepada murid-muridnya, di saat seperti ini mau tidak mau, bisa tidak bisa harus mengajar secara online atau pembelajaran jarak jauh sebab keadaan yang tidak memungkinkan untuk mengajar langsung.

Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Pada saat pembelajaran online tidak semua daerah bisa melaksanakannya sebab ada saja kendalanya seperti tidak semua rumah memiliki smartphone ada yang hanya memiliki satu untuk dipakai bersama sedangkan mereka memiliki dua atau tiga anak yang mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, sinyal juga menjadi kendala pembelajaran jarak jauh. Terkadang mereka yang rumahnya di pedalaman, pegunungan dan daerah kepulauan sulit untuk mendapat sinyal sehingga menyulitkan untuk belajar.

Adapun dari siswa sendiri tidak semua siswa mampu memahami pelajaran dengan cepat, bagi siswa yang daya tangkapnya rendah bisa tertinggal karena tidak mampu mengikuti pelajaran dengan baik.

Sudah hampir satu tahun pembelajaran dilakukan secara online, lalu muncul rencana pada Januari 2021 akan dilaksanakan pembelajaran secara tatap muka lagi.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi izin bagi sekolah untuk mulai beljar secara tatap muka lagi pada Januari 2021.

Hal tersebut dapat dilaksanakan apabila pemerintah daerah (pemda ) memberikan izin pembelajaran tatap muka.

Selain pemerintah daerah adapun pihak lain yang menentukan apakah sekolah akan dibuka lagi atau tidak, yaitu kepala sekolah yang bersangkutan dan orang tua murid.

Harus ada persetujuan dari ketiga pihak tersebut untuk dapat melaksanakan sekolah tatap muka.

Sekolah yang akan melaksanakan tatap muka juga harus mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan dan mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

Adapun syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi dalam melaksanakan pembelajaran secara tatap muka:

1. Mendapat izin dari tiga pihak;

2. Sekolah memenuhi daftar periksa, seperti:

-Tersedia sarana sanitasi dan kebersihan, seperti toilet yang bersih dan layak, ada tempat untuk mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, dan disenfektan.

-Mampu mengakses layanan kesehatan.

-Kesiapan menerapkan wajib pakai masker.

-Memiliki thermogun.

-Memiliki pemetaan warga satuan pendidikan yang memiliki komobrid tidak terkontrol, tidak memiliki akses terhadap trnasportasi yang aman, hingga memiliki riwayat perjalanan dari daerah dengan tingkat risiko Covid-19 yang tinggi atau riwayat dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan belum selesai isolasi mandirinya.

-Mendapat persetujuan komite sekolah atau perwakilan orangtua atau wali.

3. Menerapkan protokol baru dengan ketat; dan

4. Dukungan dari semua orang.

Bagi guru dan siswa yang ingin aktif kembali belajar tatap muka di sekolah harus memahami beberapa ketentuan sebagai berikut:

-Jaga jarak minimal 1,5 meter.

-Sistem belajar dilaksanakan secara bergantian, ditentukan oleh masing-masing pihak sekolah.

-Menggunakan masker kain tiga lapis atau masker sekali pakai.

-Cuci tangan pakai sabun di bawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

-Menerapkan etika batuk atau bersin.

-Siswa atau guru harus sehat dan tidak mengidap komorbid.

-Tidak memiliki gejala Covid-19, termasuk pada orang serumah dengan siswa maupun guru.

-Kegiatan ekstrakulikuler dan olahraga tidak diperbolehkan.

-Orangtua tidak boleh menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, maupun pertemuan orangtua murid. Apabila syarat dan ketentuan sudah terpenuhi maka sekolah dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka. (RAZ/RAC)

TagsOpini
NASIONAL
Berikut Sejarah Ketupat di Indonesia

Berikut Sejarah Ketupat di Indonesia

Senin, 10 Mei 2021 | 09:38

TANGERANGNEWS.com-Ketupat identik dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri. Ketupat terbuat dari anyaman daun kelapa muda yang setelah dianyam diisi dengan beras lalu kemudian dikukus

PROPERTI
Sinar Mas Land Berikan Hadiah Spesial Ketupat Lebaran bagi Pembeli Properti

Sinar Mas Land Berikan Hadiah Spesial Ketupat Lebaran bagi Pembeli Properti

Selasa, 4 Mei 2021 | 20:29

TANGERANGNEWS.com– Sebentar lagi umat Islam akan merayakan hari kemenangan Idulfitri setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan

OPINI
Tidak Boleh Mudik, Ini Cara Obati Kerinduan Dengan Sanak Saudara

Tidak Boleh Mudik, Ini Cara Obati Kerinduan Dengan Sanak Saudara

Jumat, 7 Mei 2021 | 11:30

Melewati lebaran di masa pandemi membuat masyarakat tidak bisa

BISNIS
4 Rekomendasi Hampers Lebaran Unik

4 Rekomendasi Hampers Lebaran Unik

Senin, 10 Mei 2021 | 09:29

TANGERANGNEWS.com-Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Hampers menjadi salah satu tradisi yang harus ada. Biasanya hampers berisi kue kering atau makanan yang dikirimkan untuk orang-orang tersayang

"Jangan tertipu oleh orang yang membaca Al Quran. Tapi lihatlah kepada mereka orang yang perilakunya senantiasa sesuai dengan Al Quran"

Umar bin Khattab