Connect With Us

Konflik Pada Pasangan Suami Istri 

Tim TangerangNews.com | Kamis, 2 Juni 2022 | 17:37

Achmad Faiz Azizi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Yupentek Indonesia. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh : Achmad Faiz Azizi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Yupentek Indonesia

TANGERANGNEWS.com-Konflik selalu ada di tempat kehidupan bersama, bahkan dalam hubungan yang sempurna sekalipum konflik tidak dapat dihindari dan konflik semakin meningkat dalam hubungan yang serius. 

Setiap dimana terdapat dua orang atau dua kelompok yang akan mengambil keputusan mempunyai potensi untuk menimbulkan suatu konflik. Sumber konflik dapat berasal dari kontak interaksi ketika dua pihak bersaing atau salah satu pihak mencoba untuk mengeksploitasi pihak lain.

Demikian pula halnya dengan kehidupan rumah tangga. Kebahagiaan merupakan hal utama yang menjadi tujuan dan sangat diharapkan dari sebuah perkawinan. Namun untuk mencapai suatu kebahagiaan perkawinan akan tercapai apabila pasangan suami istri memiliki kualitas interaksi perkawinan yang tinggi. 

Dalam suatu perkawinan terkadang apa yang diharapkan oleh masing-masing individu tidak sesuai dengan kenyataannya setelah individu tersebut menjalani bahtera rumah tangga. 

Perkawinan menuntut adanya perubahan gaya hidup, menuntut adanya penyesuaian diri terhadap tuntutan peran dan tanggung jawab baru baik dari suami maupun istri. 

Ketidakmampuan untuk melakukan tuntutan-tuntutan tersebut tidak jarang menimbulkan pertentangan, perselisihan dan bahkan berakhir dengan perceraian.

Perselisihan, pertentangan dan konflik dalam suatu rumah tangga merupakan sesuatu yang terkadang tidak bisa di hindari, tetapi harus dihdapai. 

Hal ini karena dalam suaru perkawinan terdapat penyatuan dua pribadi yang unik dengan membawa sistem keyakinan masing-masing berdasar latar belakang budaya serta pengalaman yang berbeda-beda. Perbedaan yang ada tersebut perlu disesuaikan satu sama lain untuk membentuk system keyakinan baru bagi keluarga.

Proses inilah yang seringkali menimbulkan ketegangan, ditambah lagi dengan sejumlah perubahan yang harus mereka hadapi, misalnya perubahan kondisi hidup, perubahan kebiasaan atau perubahan kegiatan social.

Dinamika kehidupan dalam lingkup rumah tangga semakin hari semakin kompleks dan pasangan suami istri dituntut untuk menghadapi kondisi tersebut dengan segenap upaya yang bisa dikerahkan oleh kedua belah pihak. 

Konflik yang timbul dari upaya penyelesaian masalah ketika tidak dipecahkan dan terselesaikan akan mengganggu dan mengakibatkan ketidakharmonisan dalam hubungan suami istri tersebut.

Pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah tingkat kecurigaan dan kecemburuan akan lebih tinggi mengitari kedua belah pihak ketika kecurigaan mendominasi benak masing-masing. 

Hal ini kemungkinannya tidak hanya pada pasangan suami istri yang tinggal terpisah namun yang tinggal bersama pun dapat terlibat langsung dengan masalah tersebut. Ketika mereka bertemu namun salah satu pasangan dari suami istri tersebut menemukan suatu keganjalan-keganjalan yang dinilai lain dari sebelumnya yang biasanya ada pada salah satu pasangan, maka hal tersebut akan menyulut api kecemburuan dan ketika tidak terselesaikan maka konflik pun tidak dihindari.

Dalam suatu lingkaran konflik rumah tangga intensitas kecenderungan laki-laki dan perempuan, maka perempuan lebih rentan untuk mengalami kondlik. Hal ini disebeban perempuan ketika telah menikah mereka sanggup untuk menyerahkan diri secara total pada pasangannya yang mendorong mereka untuk mengorientasikan segenap perhatiannya untuk menjaga dan mempertahankan kehidupan rumah tangganya. Sehingga perempuan lebih didominasi oleh prasangka dan kecurigaan yang pada akhirnya apat memicu terjadinya konflik ketika terdapat sesuatu hal yang dianggap tidak biasa atau dapat mengancam keutuhan rumah tangga.

Seiring dengan pemaparan fakta dan teori yang telah dikemukakan diatas bahwa dalam setiap ikatan perkawinan dan mahligai rumah tangga yang dibangun oleh pasangan suami istri akan senantiasa dihadapkan dengan masalah-masalah tertentu yang secara langsung akan menimbulkan konflik, maka demikian halnya dengan pasangan suami istri tinggal terpisah dalam menjalani kehidupannya. 

Tentu saja intensitas konflik perkawinan dari masing-masing pasangan suami istri berbeda, penyelesaian konflik perkawinan tersebut juga akan berbeda tergantung pada jenis konflik dan bentuk penyelesaian konflik yang digunakan.

SPORT
Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Spanyol Rebut Gelar dari Argentina, Ferran Torres Akhiri Perlawanan Tim Tango di Final Piala Dunia 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 07:04

Spanyol berhasil merebut trofi Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan juara bertahan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada laga final yang berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB.

KOTA TANGERANG
Kemarau, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Pintu Air 10 Tangerang Masih Aman

Kemarau, Kementerian PU Pastikan Pasokan Air Pintu Air 10 Tangerang Masih Aman

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:51

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pasokan air dari Sungai Cisadane masih aman hingga beberapa bulan ke depan saat musim kemarau ekstrem.

BISNIS
GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

GIIAS 2026 Dibuka Besok di ICE BSD, Cek Harga Tiket, Akses Jalan dan Titik Parkir

Rabu, 29 Juli 2026 | 18:02

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, kembali hadir di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Kabupaten Tangerang, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill