Oleh: Khairul Abdillah, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
TANGERANGNEWS.com-Di penghujung tahun 2024 ini, banyak sekali kejadian viral yang terjadi yang membuat kita menggeleng-gelengkan kepala. Diantara itu semua, ada satu topik yang paling membuat kita terheran-heran, sekaligus bertanya-tanya, apalagi kalau bukan topik tentang Trio Gus.
Kali ini kita akan mengupas dan melihat siapa saja yang ada dibalik kata Trio Gus ini dan apa saja yang membuat mereka begitu tenar dan tidak asing di telinga kita. Trio Gus ini merupakan sebutan untuk tiga orang yang memiliki nama atau julukan yang akhir katanya sama, yaitu "Gus". Siapa saja sih Trio Gus ini, mari sama-sama kita bahas.
1. Muhammad Agus Salim
Yang pertama ada Muhammad Agus Salim, ia adalah korban penyiraman air keras yang beberapa bulan belakangan ini menjadi topik yang hangat dibicarakan di masyarakat. Ia bekerja di sebuah cafe di perumahan Green Lake, Cengkareng, Jakarta Barat.
Asal usul penyiraman air keras ini dilakukan karena pelaku yang merupakan rekan kerja Agus ini merasa sakit hati dan tidak terima lantaran dirinya sering kali kena omel dan dimarahi oleh Agus. Sehingga pada minggu malam, tepatnya pada tanggal 1 September 2024, pelaku mengikuti Agus menggunakan sepeda motor miliknya, lalu mendekatinya dan langsung menyiramnya dengan air keras.
Setelah menyiramnya, pelaku langsung putar balik dan tancap gas melarikan diri, sementara Agus langsung ditolong oleh masyarakat sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Warga sudah memberikan pertolongan pertama yang berupa mengguyurkan air biasa pada Agus untuk meredakan rasa sakit. Pada akhirnya Agus dibawa ke rumah sakit terdekat dan menderita sekitar 90% luka bakar di sekujur tubuhnya dan divonis dokter tidak akan dapat melihat lagi.
Mendengar berita ini, sejumlah netizen negara tercinta kita ini merasa kasihan dan iba terhadap apa yang dialami oleh Agus, sehingga kasus ini diangkat dan menjadi berita yang cukup viral.
Setelah kasus ini viral, Agus menerima donasi untuk biaya pengobatan dan penyembuhannya melalui yayasan milik Pratiwi Noviyanthi atau biasa kita kenal dengan Novi. Novi pun bersedia untuk membantu Agus dan berhasil mengumpulkan sejumlah dana dengan total 1,5 milyar rupiah.
Dari sini mungkin beberapa dari netizen akan pro terhadap Agus karena musibah yang dialaminya, tapi belum cukup sampai situ saja, karena kejanggalan dan kecurigaan mulai tercium dari pihak Agus. Novi mencurigai Agus menggunakan uang hasil donasi itu untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk biaya pengobatannya. Sehingga sisa uang donasi itu dipindahkan kembali ke yayasan milik Pratiwi Noviyanthi.
Akhirnya para donatur pun menggugat Agus. Bukan semata-mata karena materi, tetapi untuk kejelasan nasib uang-uang donasi tersebut. Tetapi pada akhirnya, Novi memilih untuk walk out saat mediasi dilangsungkan karena ia tidak setuju atas nota perdamaian yang diajukan oleh pihak Agus.
Setelah tahu kebenaran dan sifat Agus yang demikian, netizen yang tadinya pro kepada Agus, langsung berubah pikiran. Bahkan ada yang mengatakan bahwa donasi itu harusnya untuk membebaskan rekan Agus yang masuk penjara, karena sekarang semua orang tahu mengapa pelaku melakukan hal tersebut.
2. Gus Miftah
Yang kedua, pasti namanya sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu Gus Miftah karena beliau adalah salah satu tokoh agama yang sering berdakwah di acara-acara keagamaan di Indonesia.
Gus Miftah memiliki nama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman, Dilansir dari situs Wikipedia, Gus Miftah lahir di Lampung pada 5 Agustus 1981, saat ini beliau berumur 43 tahun. Beliau pernah menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Beliau juga merupakan pimpinan dari Pondok Pesantren Ora Aji yang yang berlokasi di Jl. Werkudara, Tundan, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Gus Miftah terkenal memiliki gaya dakwah unik dan berbeda dari para ulama lainnya, sehingga banyak digandrungi oleh para jamaah, terutama anak-anak muda. Namun kali ini beliau viral bukan karena dakwahnya atau pencapaiannya, melainkan karena bully verbal yang ditujukan kepada penjual es teh yang sedang mencari nafkah ditengah acara keagamaan yang berlangsung di Magelang, Jawa Tengah pada Rabu, 20 November 2024.
Dalam video yang dibagikan akun X @DS_yantie, Gus Miftah tengah mengisi pengajian, disela-sela itu, nampak seorang bapak penjual es teh yang sedang membawa bakul bawaannya. Ia berdiri diantara para jamaah, kemudian Gus Miftah melontarkan pertanyaan soal barang dagangannya yang masih banyak itu. Bukan kata-kata penyemangat atau bahkan membantu bapak itu, Gus Miftah malah mengeluarkan kata-kata kasar serta berbicara soal takdir jika belum laku.
"Es tehmu sih akeh (masih banyak) enggak? Ya sana jual gob*ok. Jual dulu, nanti kalau belum laku ya udah, takdir," ujar Gus Miftah.
Dan parahnya, kalimat kasar yang keluar dari mulut Gus Miftah justru disambut oleh gelak tawa sejumlah ulama yang duduk didekat beliau, bahkan sampai ada yang tertawa terpingkal-pingkal seolah itu adalah hal yang sangat lucu. Hal ini lantas membuat Gus Miftah dan orang-orang di sekitarnya yang ikut menghadiri pengajian di Magelang pun dikecam banyak pihak. Dalam video yang beredar, penjual es the keliling tersebut hanya membalas dengan senyuman tipis yang membuat netizen banyak berkomentar.
"ternyata bener ya adab itu lebih penting daripada ilmu. semoga bapaknya di angkat derajatnya , rezekinya semakin lancar seperti halnya air zamzam yg mengalir, diterima amal ibadah nya, semoga sehat selalu," komentar akun liaananda43.
Dan dari video-video yang beredar ini, banyak pihak yang menuntut Gus Miftah untuk segera melakukan permohonan maaf kepada sang penjual es keliling tersebut atas ucapannya yang dianggap menghina itu. Menanggapi berita yang viral ini akhirnya Gus Miftah melakukan klarifikasi dan melakukan permohonan maaf.
Penjual es teh itu diketahui Bernama Sunhaji. Ia mendapat banyak sekali simpati dan donasi dari Masyarakat. Tak hanya uang dengan jumlah yang fantastis, banyak juga yang menawarkan umrah gratis kepadanya. Tetapi ditengah tawaran yang banyak itu, bapak Sunhaji malah memilih tawaran umrah dari Gus Miftah. Keputusan ini menuai pro dan kontra dari Masyarakat.
Netizen berpendapat kalau Sunhaji terlalu mudah melupakan hinaan yang dilakukan Gus Miftah kepadanya dan tergiur dengan tawaran murah itu. Namu nada juga netizen yang berpendapat bahwa apapun Keputusan yang diambil oleh Sunhaji adalah haknya sendiri.
3. I Wayan Agus Suartama
Yang terakhir ini adalah yang paling diluar nalar. I Wayan Agus Suartama atau yang kerap dipanggil Agus ini adalah seorang disabilitas yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Agus ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelecehan terhadap 15 orang, termasuk anak-anak di bawah umur.
Mungkin bagi sebagian orang ini adalah berita yang mengada-ada, karena mana mungkin seorang disabilitas yang tidak mempunyai lengan dan bahkan kegiatan sehari harinya harus dibantu oleh orang tua ini melakukan pelecehan yang mana hal ini membuat netizen bertanya-tanya.
"Bagaimana cara dia buka celana korban sedangkan dirinya sendiri saja tidak bisa buka miliknya sendiri?"
Hal ini menimbulkan keraguan dan kekhawatiran terkait pemahaman masyarakat tentang disabilitas dan keterbatasan yang dimiliki oleh penyandang disabilitas dalam melakukan tindak kriminal.
Menurut keterangan kepolisian, Agus memanfaatkan manipulasi emosional dan ancaman psikologis untuk memaksa korban mengikuti dan menuruti hal yang ia inginkan. Temuan ini pastinya memicup kemarahan masyarakat, apalagi setelah bukti berupa rekaman video dan suara mulai terungkap. Fakta-fakta yang bermunculan serta bukti yang hadir semakin menambah perhatian publik terhadap kasus ini dan menuntut agar penegakan hukum dilakukan secara tegas.
Pihak berwajib memastikan akan mengusut kasus ini sampai tuntas, diantaranya dengan melakukan penyelidikan menyeluruh serta rekonstruksi kasus untuk mengungkap detail tentang peristiwa ini. Di sisi lain juga polisi terus mendapati laporan tambahan dari korban yang memberanikan diri untuk melapor.
Laporan tersebut memicu penyelidikan lebih lanjut, dan berdasarkan temuan sementara, Agus diduga telah melakukan tindak pelecehan seksual terhadap total 15 korban. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya masih berusia di bawah umur. Dengan ini, Agus Buntung telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini membuktikan bahwa tindak laku kriminal tidak pandang bulu, termasuk terhadap pelaku yang merupakan penyandang disabilitas.
Pihak berwenang mangatakan bahwa Agus diduga mengancam korban dengan mengungkapkan aib mereka, dan terpaksa harus mengikuti keinginan bejatnya. Dengan ini, Polda NTB memutuskan untuk menahan Agus di rumah karena keterbatasan fasilitas di rumah tahanan yang ramah disabilitas, tanpa menghentikan proses hukum terhadap Agus dengan didampingi dari tim kuasa hukum.
Itulah kisah para Gus yang viral belakangan ini, ada yang buta karena harta, ada yang terlena karena tahta, dan ada pula yang gelap mata serta menghalalkan segala cara untuk mendapatkan wanita. Tiga contoh ini merupakan contoh nyata dari kelemahan para pria, yaitu, Harta, tahta, wanita, yang mana hal-hal ini dapat mempengaruhi keputusan dan perilaku seseorang, bahkan mengaburkan akal sehat dan moralitas.
Dari kasus Agus Salim yang booming karena penyalahgunaan dana donasi, Gus Miftah yang viral karena ucapan tak pantasnya, hingga I Wayan Agus Suartama yang terjerat dalam skandal pelecehan, semuanya itu menggambarkan bahwa kekuasaan, uang, dan nafsu bisa mempengaruhi cara kita melihat dunia, merespons orang lain, dan mengambil tindakan.
Pada akhirnya, kisah-kisah ini mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati dalam mengejar ambisi dan selalu menjaga integritas, karena ketiga hal tersebut bisa membawa kehancuran bila tak diimbangi dengan kebijaksanaan dan rasa empati.
Topik kali ini Menarik sekali untuk dibahas, bagaimana fenomena Trio Gus ini mengungkap berbagai sisi kelemahan manusia. Apa menurutmu, dari ketiga kasus ini, yang paling mencerminkan pengaruh besar harta, tahta, dan wanita terhadap perilaku seseorang?