TANGERANGNEWS-Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II (PT APII) terpaksa membuka jalan (pintu) masuk tambahan bagi calon penumpang yang akan berangkat dari bandara tersebut baik dari terminal domestik atau pun Internasional. Rencana tersebut dilakukan karena saat ini seluruh barang bawaan penumpang harus dimasukan ke x-ray tidak lagi disamping x-ray (meja), termasuk ponsel dan kunci. Kepala Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Hariyanto mengatakan, pengetatan pengamanan itu dilakukan karena ada ada kekhawatiran masuknya teroris ke area bandara dengan memanfaatkan suasana ramadhan dan lebaran. “Dampak dari pengetatan pengamanan ini pastinya akan menambah panjang antrean penumpang. Untuk itu, kami akan menambah pintu masuk dan mesin x-ray berikut crew petugas kemanannya,” jelas Hariyanto ketika ditemui Seputar Indonesia, kemarin. Jumlah pintu yang akan dibuka, setiap terminal domestik satu jalan yakni di terminal 1 A dan 1B, sama dengan terminal domestik terminal Internasional masing-masing juga satu pintu yakni D, E, F. Dirinya menjelaskan, selain membuka pintu masuk tambahan, pihakmya juga telah meminta kepada pihak perusahaan yang berada di bandara tersebut untuk menyetorkan daftar nama-nama pegawai honorer dan outsourcing untuk diserahkan ke Polres Metro Bandara Internasional. “Kami khawatir akan ada serangan teroris. Untuk itu CV pegawai itu sangat penting, ” katanya. Bahkan, tutur Hariyanto, meyebarkan standing banner di setiap mesin z-ray yang berisi soal peringatan pada masyarakat, pengunjung dan penumpang akan ada serangan teroris. Petugas polisin sendiri, kata dia, sudah memastikan akan bersiaga dan berpatroli dengan menggunakan senjata laras panjang. Selain itu, untuk menambah keamanan menyambut lebaran, PT Angkasa Pura II telah menambah closed circuit television (CCTV) dari 300 unit ditambah sekitar 60-80 unit. “Bahkan setiap kendaraan yang mau masuk ke apron, harus layak jalan, dan memiliki saringan api yang standar. Tetunya juga pengemudinya harus memiliki surat tanda izin mengemudi di apron,” katanya. Sebab, kata Hariyanto, akan bahaya sekali jika ada kendaraan yang mogok atau memancikan api dekat dengan pesawat. Sedangkan soal runway, kata dia, saat ini tidak ada masalah kondisinya masih bagus dan seluruh pagar disekitar runway juga tidak lagi bolong. “Runway sudah siap,” katanya. Sementara itu, pihaknya memprediksi tahun ini akan ada kenaikan jumlah penumpang mudik melalui bandara itu sebanyak 13% dari hari biasa atau weekend. Itu, kata Hariyanto sudah bisa terlihat pada ludesnya tiket menjelang hari H lebaran. “Kami predisi segitu (13%), sedangkan puncak lonjakan sama dengan tahun lalu yakni H-2 yang sebelumnya pada tahun lalu diatas 42-47 ribu jiwa,” jelasnya. Sementara itu, Administrator Bandara Internasional Soekarno-Hatta Edward Silooy menghimbau kepada masyarakat agar menunggu jadwal penerbangan satu jam sebelumnya dari jadwal yang ada ditiket. “Sebab, pemeriksaan terhadap bawaan penumpang diperketat,” singkatnya. (desi)