TangerangNews.com

Program 1 Juta Rumah Mulai Terealisasi, Dimulai dari Tangerang

EYD | Senin, 5 Oktober 2015 | 11:07 | Dibaca : 4480


Ilustrasi program satu juta rumah yang digagas pemerintah. Program ini mulai direalisasikan dari Tangerang. (istimewa / tangerangnews)


TANGERANG - Rumahku adalah surgaku. Tapi, sebelum memilikinya, siapapun tentu perlu berlelah hati mencari lokasi yang tepat sembari mengumpulkan uang cicilan.

Ribuan orang memadati gedung olahraga (GOR) Dimyati di Kota Tangerang. Mereka duduk teratur memasangkan warna kupon sesuai dengan warna kursi. Ada yang pakai kemeja, sekadar pakai kaos santai, ada pula yang sendirian maupun yang membawa beberapa anggota keluarga. Merekalah para debitur rumah murah yang difasilitasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. “Saya tahu dari internet dan akhirnya cari-cari rumah yang harganya cocok,” ucap Vindra, seorang debitur saat menunggu giliran teken akad kredit.

Dia adalah satu dari seribu debitur rumah murah yang hadir di GOR Dimyati, beberapa waktu lalu. Sekarang Vindra bisa membangun suasana surga di rumahnya sendiri di kawasan Parung. Dia termasuk satu dari sejuta rakyat yang kepemilikan rumahnya dibantu pemerintah.

Ya, percepatan akad kredit seribu rumah murah yang digagas Bank BTN bagian dari dukungan terhadap program nasional sejuta rumah untuk rakyat. Yang dilakukan BTN Kantor Cabang Tangerang ini diklaim sebagai proyek percontohan agar diikuti daerah lain yang pasar rumah murahnya lebih potensial.

Vindra mengaku yang dilakukan pertama-tama dalam memilih rumah murah adalah cari lokasi. Dia enggan mencari hunian yang terlampau jauh dari tempat tinggal sekarang bersama orang tua di Ciseeng. “Setelah cari lokasi baru ke kantor pengembangnya, setelah pas baru lanjut,” ucap dia.

Sejauh ini, Vindra mengaku tidak merasa kecewa atas kondisi rumah yang dibeli. Bagaimanapun dengan harga Rp120 jutaan tidak bisa memancang ekspektasi terlampau tinggi. Vindra sendiri mengaku harga dan spesifikasi bangunan cukup sesuai.

Pada akhirnya para  developer memang dapat melego hunian tapak yang dibangunnya dan BTN bisa melancarkan kredit pemilikan rumah (KPR). Tapi, jangan dikira ini tanpa hambatan. Masalahnya klasik, birokrasi perizinan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang berbelit dan lambat.