TangerangNews.com

SGU Akui Keresahan Orangtua Mahasiswa karena Lahan Kampus Masih Sengketa

Denny Bagus Irawan | Kamis, 26 Mei 2016 | 13:00 | Dibaca : 2835


Parenting The Youth di SGU, BSD City , Serpong, Tangsel. (tangerangnews / dens)


 

TANGERANG-Munculnya keresahaan orangtua mahasiswa yang disuarakan para mahasiswa membuat pihak Swiss German University (SGU) memberikan keterangan bahwa benar ada sengketa lahan kampus di depan AEON Mall tersebut.

“Iya memang benar ada sengketa lahan. Kami belum bayar kepada pihak pengembang yakni Sinar Mas Land karena pada perjanjian awal 2010 mereka (Sinar Mas Land) harusnya menyelesaikan dulu stage pertama dan stage kedua, setelah itu baru kami bayar,” ujar Director of Communication SGU Christie Kanter.

Sebelumnya diketahui para mahasiswa SGU menyampaikan kepada wartawan bahwa orangtua mereka resah karena timbulnya kasus sengketa lahan antara pihak SGU dengan Sinar Mas Land. Hal itu membuat para orangtua bertanya-tanya tentang kejelasan masa depan anak-anak mereka menimba ilmu di SGU.

Menurut Christie, pada 2010 lalu lahan yang menjadi lokasi kampus saat ini dibeli oleh PT Swiss German University (SGU).  Ketika itu perjanjian harga pembelian per meter-nya Rp1 juta. Namun, sengketa mulai muncul sekitar tahun 2013, dimana pihak Sinar Mas Land meminta SGU membayarnya.

“Sinar Mas Land mengirim surat penagihan. Karena stage dua belum selesai,  dimulai dari sini permasalahan. Pada MoU sih memang ada, kami harus membayar tahun ke satu sampai ketujuh,  tapi kan itu mas harus stage kedua dibangun dulu,” ujar Christie.

Persoalan tersebut hingga saat ini masih menggantung. Namun, pihak SGU mengaku telah menjelaskan kepada pihak orangtua mahasiswa bahwa kemungkinan terburuk pihak Kementerian Dikti yang akan menjamin kegiatan belajar mengajar mereka.