TangerangNews.com

Debit Air Sungai Menurun, PDAM TKR Tetap Utamakan Pelayanan Bagi pelanggan

Advertorial | Selasa, 30 Juli 2019 | 15:46 | Dibaca : 1483


Petugas PDAM TKR Kabupaten Tangerang saat menggali aliran sungai untuk membuat kanal pipa agar air bisa masuk ke intake pengolahan. (TangerangNews/2019 / Mohamad Romli)


 

TANGERANGNEWS.com-Menyusul datangnya musim kemarau yang melanda berbagai daerah di Kabupaten Tangerang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang, melakukan berbagai upaya agar terus bisa memberikan pelayanan air bersih bagi pelanggannya.

Upaya tersebut dilakukan agar gangguan terhadap proses produksi air bersih akibat musim kemarau dapat teratasi secara maksimal.

Pasalnya, saat ini air di Sungai Cisadane dan Cidurian yang merupakan pemasok bahan baku air bersih perusahaan milik Pemkab Tangerang itu mulai turun debitnya. Tentunya, kondisi ini dapat menghambat proses produksi dan pendistribusian air bersih ke setiap pelanggan.

Direktur Utama PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Rusdy Machmud mengatakan, pihaknya kini terus berusaha menjaga kontinuitas produksi pengolahan air dengan menggali sungai untuk membuat kanal agar air bisa masuk ke intake pengolahan. PDAM TKR juga, lanjut Rusdy, berupaya untuk meminjam sejumlah pompa air berukuran besar ke Kementrian PUPR Melalui Ditjen Cipta Karya.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan BPBD Kabupaten Tangerang, agar terjadi koordinasi yang baik dan langkah yang benar untuk mengatasi kekeringan yang melanda wilayah ini. Hal itu dilakukan agar produksi air bersih dari PDAM TKR tetap terjaga dan pelayanan kepada pelanggan pun tetap normal,” ujar Rusdy Machmud kepada wartawan menanggapi kekeringan.

#GOOGLE_ADS#

Menurut Rusdy, akibat kemarau panjang ini membuat dua pelayanan Instalasi Kecamatan Kota (IKK) berhenti beroperasi, lantaran suplai air yang tidak bisa diolah alias kekeringan.

Dua IKK tersebut sambung Rusdy, IKK Kronjo yang mengambil bahan baku air bersih dari Kali Cipasilian dan Pelayanan IKK Kresek yang sumber air baku dari Kali Cidurian.

“Bahan baku air dari kedua IKK ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk dijadikan sebagai bahan baku air bersih, disamping kesulitan mengalirkan ke intek kedua IKK tersebut, kualitasnya sangat buruk,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas PDAM TKR Kabupaten Tangerang, Samsudin menambahkan, untuk IKK Rajeg masih berproduksi sekitar 25 liter per detik, IKK Mauk 15 liter per detik.

“Untuk Cabang Tigaraksa dan Teluknaga masih produksi sekitar 100 liter per detik yang seharusnya bisa produksi 200 liter perdetik. Sedangkan Untuk IPA Cisauk masih produksi 50 liter perdetik,” jelas Samsudin.

Petugas PDAM TKR Kabupaten Tangerang saat menggali aliran sungai untuk membuat kanal pipa agar air bisa masuk ke intake pengolahan.

Khusus IPA Cikokol produksi masih normal, namun air baku dari Cisadane kualitasnya menurun. Keadaan agak menyulitkan pihaknya untuk memproduksi air.

“Selain kondisi air Kali Cisadane yang mulai surut, kualitasnya pun menurun. Meskipun saat ini kondisi Air Cisadane terliat jernih namun belum tentu air tersebut bersih. Jernih air Cisadane ini dikarena hijau dari lumut air, jadi agak susah untuk diolah,” kata Samsudin.

Meskipun demikian, kata Samsudin, proses produksi tetap berjalan meskipun harus menambah bahan baku kimia dalam proses produksi, agar hasil produksi airnya tetap berkualitas.

“Saat ini pelayanan air bersih masih berjalan normal, hanya di dua IKK saja yang produksi terhenti dan kami mengirimkan bantuan air bersih kedua wilayah langganan tersebut, agar mereka tetap terlayani kebutuhan air bersih,” pungkasnya.(Adv)