TangerangNews.com

Kreatifitas KWT Anthurium di Tangerang Tetap Produktif Saat Pandemi

Advertorial | Jumat, 7 Agustus 2020 | 10:26 | Dibaca : 453


Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di Pondok Arum, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, tengah menyiram sayur mayur. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)


TANGERANGNEWS.com-Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar terhadap perekonomian masyarakat, namun banyak juga yang mampu bertahan dan bangkit dari keterpurukan.

Seperti Kelompok Wanita Tani (KWT) Anthurium di Pondok Arum, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Dengan kreatifitasnya, mereka bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan masyarakat.

Selain bercocok tanam di lahan bersama, anggota KWT Anthurium dibimbing untuk menanam di rumah masing-masing, sehingga secara langsung kegiatan ini dapat membantu mengurangi anggaran pembelanjaan pangan.

Tidak hanya menanam sayur, KWT Anthurium juga memiliki banyak fasilitas sebagai pendukung hasil panen yang dapat diolah dan dijual secara online.

Ketua KWT Anthurium Yuliana Darmawan menjelaskan mengenai fasilitas tambahan yang dimiliki pada lahan ini. 

Seorang wanita sedang menyiram tanaman.

#GOOGLE_ADS#

“Di KWT ini juga ada perikanan ya ikan mujair, ada peternakan kambing. Di lahan ini juga contoh sayuran yang bisa ditanam di rumah anggota, juga ada rumah olahan, sehingga hasil panen bisa diolah,” jelas Yuliana.

Meskipun sempat diterjang banjir dan berpindah lahan dua kali, KWT Anthurium terus semangat membangun kembali lahan tanamnya, kali ini memiliki luas lahan hampir 1000 meter. Dari 60 KWT di Kecamatan Karawaci, KWT Anthurium inilah yang paling berkembang.

Tampak depan anthurium.

Camat Karawaci Tihar Sopian juga turut menjelaskan mengenai pentingnya mengembangkan KWT di tengah pandemi.

“Adanya KWT di tengah masyarakat, selain sebagai bentuk ketahanan pangan, juga menjadi nilai ekonomis. Dan tentunya areanya menjadi lebih hijau dan lebih asri,” terangnya.

Dirinya berharap, perkembangan KWT ini dapat menginspirasi KWT lainnya untuk terus bergerak, produktif dan menjadi salah satu strategi pertahanan pangan di tengah pandemi.(ADV)