TangerangNews.com

Kasus Melonjak, Tangsel Kurang Kamar Isolasi Pasien COVID-19

Rachman Deniansyah | Senin, 14 September 2020 | 21:02 | Dibaca : 714


Wali Kota Tangsel Airin Racmi Diany. (TangerangNews.com / Rachman Deniansyah)


 

TANGERANGNEWS.com-Lonjakan kasus COVID-19 berdampak pada penuhnya fasilitas kamar isolasi pasien Corona di Tangsel. Pemerintah Kota Tangsel pun tengah berupaya mengatasi hal tersebut.

Diketahui, dalam dua pekan terakhir, berdasarkan pantauan TangerangNews di laman https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/, Senin (14/9/2020), pada periode 1 sampai 14 September, bertambah sebanyak 85 warga Tangsel terkonfirmasi positif COVID-19.

Jumlah tersebut menambah deretan kasus Corona di Tangsel yang telah tembus 880 kasus. 740 pasien sembuh, 91 pasien positif masih dirawat, dan 49 pasien positif meninggal.

#GOOGLE_ADS#

Wali Kota Tangsel Airin Racmi Diany mengatakan, ia tengah melakukan koordinasi bersama para Direktur dari 12 rumah sakit swasta yang kini menjadi rujukan pasien COVID-19 di Tangsel. 

"Ada komitmen dari rumah sakit swasta, mereka menambah fasilitas dengan penambahan kamar," ucap Airin kepada awak media, Senin (14/9/2020).

Penambahan kamar juga harus dibarengi dengan ketersediaan tenaga medis. 

#GOOGLE_ADS#

"Maka kita akan bantu, kita akan dorong perizinannya harusnya lebih cepat lagi. Walaupun sekarang sudah cepat harus lebih cepat," imbuh Airin. 

Ditambahkan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, koordinasi penambahan ruang isolasi itu diupayakan agar mampu menampung pasien COVID-19 yang kini tengah meningkat. Saat ini, fasilitas tersebut sudah relatif penuh. 

"Dari total 223 tempat tidur di 12 rumah sakit dan 1 RSUD rujukan COVID-19 di Tangsel, seluruhnya itu sudah relatif penuh," pungkasnya.(RMI/HRU)