TangerangNews.com

Berperang Melawan COVID-19 di RLC Tangsel, 40 Prajurit TNI Dinyatakan Sembuh

Rachman Deniansyah | Kamis, 11 Februari 2021 | 17:13 | Dibaca : 339


Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Suhara Manullang berswa foto bersama dengan puluhan prajurit TNI, Tangsel, Kamis (11/2/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)


TANGERANGNEWS.com-Rumah Lawan COVID-19 (RLC) Kota Tangerang Selatan baru saja memulangkan sebanyak 40 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Batalyon Artileri Pertahanan Udara atau Yon Arhanud Serpong, Kamis (11/2/2021). 

Mereka dipulangkan usai menjalani masa karantina selama hampir sepekan. 

"Iya hari ini kita memulangkan sebanyak 40 prajurit TNI Yon Arhanud Serpong dan tiga orang sipil," Koordinator Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangsel, Suhara Manullang di lokasi. 

Puluhan prajurit TNI tersebut, sebelumnya dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes usab atau swab test di pelabuhan, sepulang bertugas di wilayah Maluku.

"Jadi perlu saya sampaikan bahwa sekitar 13 hari yang lalu, ada anggota Arhanud yang pulang dari penugasan. Saat diperiksa, di-swab di pelabuhan hasilnya positif," ujar Suhara. 

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Suhara Manullang berswa foto bersama puluhan prajurit TNI, Tangsel, Kamis (11/2/2021).

Namun lantaran keterbatasan kapasitas ruang karantina, puluhan prajurit TNI tersebut dirawat secara bertahap. 

Seluruhnya merupakan pasin tanpa gejala, atau biasa disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Waktu itu penuh ya, jadi bertahap ya.Pertama tujuh, kemudian lima, 10, dan akhirnya 40 orang. Mereka rata-rata OTG dari gejala ringan maka tanpa gejala,13 hari mereka sudah dinyatakan sembuh, dan tidak menularkan lagi," jelasnya.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie bersama Suhara Manullang berswa foto bersama puluhan prajurit TNI, Tangsel, Kamis (11/2/2021). 

#GOOGLE_ADS#

Kepulangan sebanyak 40 prajurit TNI tersebut, dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie. 

Saat memulangkan, Benyamin berpesan agar para penyintas, ke depannya mampu menjadi jembatan bagi Pemkot Tangsel untuk mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan di tengah masyarakat. 

"Saat ini bukan hanya Satgas COVID-19 saja yang memiliki tugas untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Tapi juga pasien yang saat ini sudah sembuh, karena pengalaman akan menjadi guru yang paling berharga," ujarnya. 

Sebab menurutnya, penanganan wabah COVID-19 di tengah masyarakat bukan hanya peran Pemerintah saja. 

"Intinya ini adalah tugas kita semua. Bukan hanya masyarakat atau satgas saja. Tapi seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Tangerang Selatan," pungkasnya. (RED/RAC)