TangerangNews.com

Saingi Kampung Tangguh Tangerang, Lombok Buat Kampung Sehat Lawan COVID-19

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 12 Maret 2021 | 13:10 | Dibaca : 786


Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Istimewa / Istimewa)


 

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah daerah di Indonesia berlomba-lomba membuat program untuk melawan penyebaran COVID-19.

 

Kota Tangerang telah membuat Kampung Tangguh Jaya Siaga Corona (Si Gacor). Tak mau kalah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pun membuat Kampung Sehat.

 

Program yang diinisasi Polda NTB yang bekerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah setempat ini, berhasil menekan angka penyebaran COVID-19 di wilayah tersebut.

 

"Program kampung sehat ini untuk memastikan wilayah Lombok Barat tetap berada di zona hijau COVID-19," ujar Kapolres Lombok Barat melalui Kapolsek Sekotong Iptu I Kadek Sumerta, Jumat (12/3/2021).

 

Adapun upaya-upaya menyukseskan program tersebut, Polres Lombok Barat kini tengah  melakukan tracing untuk mencari tahu penyebab kasus penularan COVID-19 lebih mendalam. Tracing ini nantinya mempengaruhi kegiatan pencegahan lainnya.

 

"Tracking untuk mendapat data yang akurat, sehingga dapat menentukan langkah-lakngkah pencegahan yang dilakukan dengan sinergi Tiga Pilar," jelas Kadek.

 

Menurut Kadek tracing dilakukan karena wilayah hukumnya, Sekotong, sempat berada di zona kuning. Penyebabnya dipengaruhi beberapa faktor.

 

"Contoh, seperti kasus COVID-19 di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong. Ternyata terkonfirmasi positif setelah ada kontak di Pulau Jawa," ujarnya.

#GOOGLE_ADS#

Warga Sekotong lainnya pun hanya ber-KTP Sekotong, tapi tidak tinggal atau menjadi warga di sana.

 

"Salah satu warga sekotong terkonfirmasi positif, ternyata yang bersangkutan hanya ber-KTP Sekotong, namun berdomisili dan terkonfirmasi di Narmada," ungkap Kadek.

 

Walau demikian, pihaknya menegaskan bahwa tidak akan underestimate atau meremehkan perkembangan COVID-19 di wilayah hukumnya.

 

"Kami tidak ingin kecolongan, tiga pilar dari tingkat kecamatan hingga desa sepakat, melalui Lomba Kampung Sehat 2 dan Program PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, red) Skala Mikro, kegiatan pencegahan dan penanganan tetap dikebut," jelasnya.

 

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga terus mengoptimalkan Operasi Yustisi dan sosialisasi dalam mempedomani 5M, 3T, dan 1V.