TangerangNews.com

Bersembunyi di Kardus Boneka, Ular Kobra Gegerkan Warga Ciputat Tangsel

Rachman Deniansyah | Rabu, 16 Juni 2021 | 15:10 | Dibaca : 51489


Seekor ular jenis kobra jawa. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)


TANGERANGNEWS.com-Snake Rescue Kota Tangerang Selatan berhasil mengevakuasi seekor ular berjenis kobra jawa yang sempat membuat geger lantaran masuk ke dalam rumah warga di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan. 

Ular berwarna hitam yang dikenal dengan bisa mematikannya itu, ditemukan sedang bersembunyi di dalam kardus tempat menyimpan boneka dan barang lainnya. 

Ketua Snake Rescue Kota Tangsel Tri Muhammad Nor mengatakan, ular tersebut masuk dan bersembunyi ke dalam rumah warga saat mengejar seekor ular lain yang akan dijadikan mangsa. 

Seekor ular jenis kobra jawa.

#GOOGLE_ADS#

"Kami dapat laporan kemarin pukul 15.00 WIB. Dari informasi, ular kobra tersebut sedang mengejar makanan sampai masuk kepemukiman warga. Dan, warga yang berada di dalam rumah panik," ujar Tio saat dikonfirmasi, Rabu 16 Juni 2021. 

Atas laporan itu, Tio pun langsung bergegas melakukan evakuasi. Saat ia melakukan penyisiran, ternyata ular berwarna hitam pekat itu bersembunyi di dalam kardus sedang melilit boneka.

	Seekor ular jenis kobra jawa bersembunyi di Kardus Boneka. 

#GOOGLE_ADS#

"Ular itu bersembunyi di dalam kardus tempat menaruh barang dan Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Untuk proses penangkapan tidak ada kesulitan, karena ular berada di dalam rumah," ungkapnya. 

Seekor ular jenis kobra jawa.

#GOOGLE_ADS#

Usai ditangkap, ular tersebut pun dibawa ke tempat yang lebih aman.

Atas peristiwa itu, ia pun mengimbau, jika menemukan atau melihat ular, lebih baik untuk tidak menangkapnya sendiri. Lebih baik, memanggil pihak terkait yang memang berkompeten. 

"Kalau membutuhkan rescue atau evakuasi ular bisa hubungi nomor 088975633030 atas nama Tio atau bisa follow Instagram @Snakerescue_tangsel. Karena, untuk mengevakuasi ular butuh keterampilan. Apalagi kalau ular tersebut merupakan ular berbisa yang bisa menyebabkan kematian," pungkasnya. (RAZ/RAC)