Connect With Us

Sinarmas Land Kembangkan BSD Berbasis GIPTI

Advertorial | Sabtu, 20 Januari 2018 | 10:13

Kawasan BSD akan menjadi basis pembangunan masyarakat wirausaha berbasis iptek, peningkatan daya saing daerah, hingga kreasi produk-produk inovasi. (Istimewa / Istimewa)



TANGERANGNEWS.com-Sinasmas Land Group mengembangkan Galeri Iptek dan Inovasi (Gipti) bersama pemerintah di di lahan seluas 15 hektare di BSD City, Tangerang. Daerah itu akan menjadi basis pembangunan masyarakat wirausaha berbasis iptek, peningkatan daya saing daerah, hingga kreasi produkproduk inovasi.

Proyek yang diluncurkan pada Senin (15/1/2018) di Kantor Wakil Presiden ini terbilang serius karena melibatkan Pusat Penelitian Ilmu pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek)-Kemenristekdikti, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinarmas Land.

Para pihak tersebut menandatangani kesepakatan bersama untuk pengembangan proyek Gipti dengan target menjadi proyek percontohan untuk show case kemajuan inovasi dan teknologi terapan terkini. Bahkan, proyek tersebut disiapkan menjadi tempat pemasaran produk-produk IKM dan startup berbasis teknologi binaan inkubator bisnis teknologi di Puspiptek.

Proyek Gipti ini diproyeksikan sudah mulai masuk tahap pekerjaan konstruksi pada pertengahan 2018 ini. Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan pengembangan Gipti sejalan dengan program pengembangan National Science dan Technology Park (N-STP) Puspiptek.

 

Program tersebut sebagai salah satu implementasi Program Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengembangkan STP di Indonesia. Dalam hal ini, lanjutnya, para pihak yang bekerja sama, yaitu Puspiptek, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Universitas Paramadina, dan Sinarmas Land akan saling bersinergi dan ber ko - laborasi untuk mengembangkan Gipti.

Sebagai contoh, Universitas Paramadina akan membangun kampus di atas lahan seluas 2 hektera yang lokasinya terpadu dengan Gipti.

Menurut Dhony Rahajoe, Managing Director Sinarmas Land, lahan yang menjadi lokasi pembangunan universitas yang didirikan oleh almarhum Nurcholis Madjid itu berasal dari lahan prasarana dan sarana umum milik Sinarmas Land.

“Kami ingin BSD City menjadi kota mandiri yang berperan besar dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan proyek inovasi teknologi. Kami harapkan kehadiran Gipti bisa mewujudkan tujuan itu,” ujar Dhony.

Menurut dia, kehadiran Universitas Paramadina akan memperkaya ekosistem BSD City khususnya di sektor pendidikan.

“Ini menjadi talent pool bagi sejumlah perusahaan beroperasi di kawasan digital hub yang telah kami bangun. Juga pengembangan smart integrated digital city ini akan menciptakan banyak sekali peluang bagi berbagai pihak lintas sektor, khususnya warga Tangerang dan sekitarnya di bidang pendidikan, riset, usaha, maupun lapangan pekerjaan,” sebutnya.



TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

HIBURAN
Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Gelar Pesta Rakyat 2026, D'Masiv hingga Juicy Luicy Bakal Meriahkan HUT RI di GWK Cultural Park  

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:20

GWK Cultural Park kembali menggelar Pesta Rakyat 2026 untuk menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

TANGSEL
Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Polsek Serpong Musnahkan 46 Juta Butir Obat Keras Ilegal Senilai Rp230 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 | 18:52

Polsek Serpong, Polres Tangerang Selatan (Tangsel) memusnahkan sebanyak 46 juta butir obat keras golongan G dengan berbagai jenis. Obat keras itu merupakan hasil penggerebekan gudang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill