Sambut Kelulusan Sekolah, Tangcity Mall Gelar Hobbyland Olympics 2026 untuk Pelajar dan Komunitas
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:31
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TANGERANGNEWS.com–Apartemen Aeropolis di Jalan Marsekal Suryadharma, Neglasari, Kota Tangerang mulai berencana menerapkan smart home system atau sistem rumah pintar.
Sistem rumah pintar merupakan bangunan atau gedung yang dilengkapi teknologi canggih sehingga seluruh perangkat dan sistem tersebut dapat saling terhubung.
"Kami harus menerapkan system smart home. Mudah-mudahan bisa diluncurkan," ujar Totonafo Lase,
Direktur Aeropolis kepada TangerangNews, Jumat (28/2/2020).
Toton mengatakan, smart home system menjadi kebutuhan hunian saat ini. Kebutuhan ini pun akan dipenuhi Aeropolis untuk memberikan kemudahan bagi penghuni demi menciptakan hunian yang nyaman serta ditunjang teknologi.
Dalam menciptakan penyesuaian inovasi tersebut, kata dia, pengelola Aeropolis yang berada di dekat Bandara Soekarno-Hatta ini sedang mempersiapkan desainnya.
"Yang penting, kan, show unitnya dulu," katanya.
Menurut Toton, sesungguhnya Aeropolis siap menerapkan sistem ini. Namun, yang menjadi kendala adalah minimnya penyuplai fitur-fitur teknologi di Indonesia.
"Ada beberapa fitur yang memang otomatisasinya disiapkan dari awal, tapi penyuplai peralatannya masih minim," imbuhnya.
Toton menambahkan saat ini pengelola juga sedang mempersiapkan transportasi listrik dalam kawasan. Upaya kerja sama dengan pihak pengelola transportasi masih dalam proses.
"Intinya kami siap menyediakan apapun demi kenyamanan penghuni," pungkasnya.(RMI/HRU)
Bulan Mei menjadi momentum spesial bagi para pelajar, mulai dari menghadapi ujian akhir hingga merayakan kelulusan.
TODAY TAGKasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews