Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANGNEWS.com–Apartemen Aeropolis di Jalan Marsekal Suryadharma, Neglasari, Kota Tangerang mulai berencana menerapkan smart home system atau sistem rumah pintar.
Sistem rumah pintar merupakan bangunan atau gedung yang dilengkapi teknologi canggih sehingga seluruh perangkat dan sistem tersebut dapat saling terhubung.
"Kami harus menerapkan system smart home. Mudah-mudahan bisa diluncurkan," ujar Totonafo Lase,
Direktur Aeropolis kepada TangerangNews, Jumat (28/2/2020).
Toton mengatakan, smart home system menjadi kebutuhan hunian saat ini. Kebutuhan ini pun akan dipenuhi Aeropolis untuk memberikan kemudahan bagi penghuni demi menciptakan hunian yang nyaman serta ditunjang teknologi.
Dalam menciptakan penyesuaian inovasi tersebut, kata dia, pengelola Aeropolis yang berada di dekat Bandara Soekarno-Hatta ini sedang mempersiapkan desainnya.
"Yang penting, kan, show unitnya dulu," katanya.
Menurut Toton, sesungguhnya Aeropolis siap menerapkan sistem ini. Namun, yang menjadi kendala adalah minimnya penyuplai fitur-fitur teknologi di Indonesia.
"Ada beberapa fitur yang memang otomatisasinya disiapkan dari awal, tapi penyuplai peralatannya masih minim," imbuhnya.
Toton menambahkan saat ini pengelola juga sedang mempersiapkan transportasi listrik dalam kawasan. Upaya kerja sama dengan pihak pengelola transportasi masih dalam proses.
"Intinya kami siap menyediakan apapun demi kenyamanan penghuni," pungkasnya.(RMI/HRU)
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TODAY TAGSebuah video yang memperlihatkan kontras kondisi jalan di perbatasan Provinsi Banten dan Jawa Barat menjadi sorotan warganet.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang mengerahkan sebanyak 274 personel untuk membantu penanganan banjir yang terjadi di wilayah hukumnya.
Setiap kali perempuan bersuara mengkritik pemerintah, negara selalu mengatakan hal yang sama: kritik itu sah, demokrasi dijamin. Tapi kenyataan di lapangan sering berkata sebaliknya.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews