Connect With Us

Dekat Tol Serbaraja, Ciputra Hadirkan Citra Garden Serpong

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 26 September 2022 | 08:05

Peresmian Tol Serpong – Balaraja (Serbaraja) seksi 1A Tangerang, Selasa 20 September 2022. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Ciputra Group melalui anak usahanya Ciputra Residence menghadirkan proyek hunian terbaru, Citra Garden Serpong yang memiliki lokasi strategis.

Citra Garden Serpong hanya berjarak sekitar 10 menit dari pintu Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A, dan satu menit dari Stasiun KA Cisauk yang terkoneksi dengan Terminal Intermoda sebagai hub transportasi.

Citra Garden Serpong dibangun dengan konsep green development dengan rencana pengembangan 350 hektar. Rencananya juga, grand launching akan dilakukan pada Februari 2023.

"Konsep pengembangan Citra Garden Serpong akan mengikuti konsep pengembangan berkelanjutan EcoCulture yang diusung oleh PT Ciputra Residence," kata Managing Director Ciputra Group Budiarsa Sastrawinata dilansir dari Kompas.com, Senin, 26 September 2022.

Beberapa langkah penting yang akan dilakukan terkait program EcoCulture yaitu kawasan-kawasan hunian dan area komersial adalah, infrastruktur dan penataan jalan utama dirancang lebih hijau, pembuatan jalur pejalan kaki (pedestrian) yang menghubungkan kawasan hunian dan komersial. 

Baca juga: Resmikan Tol Serbaraja Tangerang, Presiden Jokowi: Bisa Kurangi Macet Jakarta

Kemudian pembuatan ribuan lubang biopori untuk menjaga kualitas resapan air tanah, dan penyediaan danau sebagai retention pond. Selain itu, penerangan jalan umum (PJU) akan menggunakan lampu hemat energi LED. 

"Kami juga akan memperbanyak tanaman peneduh untuk menyegarkan lingkungan agar bisa menurunkan suhu di areal mikro, sekaligus memperbanyak oksigen di lingkungan ini," jelasnya. 

Di samping perawatan lingkungan dan pembangunan infrastruktur, seluruh pembangunan hunian dan area komersial di Citra Garden Serpong akan menggunakan material bangunan ramah lingkungan.

Cara ini dilakukan untuk menyempurnakan kawasan ramah lingkungan, sehingga semua produk rumah, ruko dan perkantoran didesain dengan pertimbangan pencahayaan alami dan sirkulasi udara dengan matang.

Perusahaan telah melakukan kajian sun path analysis, wind profiling, dan solar exposure, sehingga desain rumah disesuaikan dengan konsep green house yakni memanfaatkan bukaan ruang yang memudahkan cahaya masuk dan udara bersirkulasi sempurna. 

"Rumah akan lebih terang secara alami meski tidak banyak menggunakan lampu, sekaligus kesejukan akan tetap terjaga dengan meminimalkan kerja AC," jelas Budiarsa. 

BANDARA
WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

WN Korsel Kepergok Selundupkan 8 Biawak Dalam Koper di Bandara Soekarno-Hatta

Senin, 17 Agustus 2026 | 17:07

Aksi nekat warga negara Korea Selatan (Korsel) berinisial JJ, 25, berujung jeruji besi. Ia diringkus setelah kedapatan menyelundupkan satwa liar endemik Indonesia yang disembunyikan di dalam kopernya, di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

BANTEN
Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Terlalu Lama Menatap Layar Gadget Bisa Picu Digital Eye Strain, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya

Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:57

Kebiasaan menggunakan perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengecek ponsel setelah bangun tidur, bekerja di depan komputer, hingga menghabiskan waktu dengan media sosial atau menonton tayangan melalui layar.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill