KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com-Untuk menjalin silahturahim serta memperkuat kesebelasan yang dihuni oleh para pemain amatir hingga profesional, klub sepakbola Willy Rudal Bunga (WRB) melakukan tour keluar kota.
Klub sepakbola asal Kota Tangerang ini memilih Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) sebagai lokasi untuk melakukan internal game.
Manager WRB, Willyanto Baruna Suwondo menerangkan, keberangkatan klub yang terdiri dari tiga tim ini sebagai bentuk mempererat tali silahturahim dan memperkuat skuad, untuk tampil dalam berbagai turnamen di tahun ini.
"Selain itu juga dalam rangka Anniversary ke-7 untuk WRB Tangerang. Lewat kegiatan ini pula kita perkuat skuad untuk berlaga di berbagai turnamen," kata pria yang akrab disapa Willy, Minggu 23 Januari 2022.
Untuk melaksanakan internal game kali ini, WRB memilih Training Ground Universitas Islam Indonesian (UII).
"Di tempat ini nanti masing-masing tim saling bertading untuk menunjukan kekompakan serta kekuatan dalam mengolah bola," paparnya.
Dengan adanya kekompakan tim, Willy berharap WRB Tangerang bisa menjadi klub yang solid dan mampu berprestasi di berbagai turnamen demi membawa nama baik Kota Tangerang.
"Yang kita butuhkan kekompakan dan kekuatan tim. Mudah-mudahan kedepannya club ini bisa berlaga di tingkat nasional," jelasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGGelaran turnamen sepak bola Dewa United Jawara Cup 1 2026 resmi berakhir di Stadion Gelora Maja, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu 27 September 2026.
Polda Banten mengungkap dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di wilayah Kabupaten Serang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews