Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANGNEWS.com-Persita Tangerang kalah tipis melawan Madura United dengan skor 0-1 dalam laga lanjutan Liga 1 2022-2023.
Laga yang berlangsung di Indomilk Arena, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Jumat, 2 September 2022 malam, tersebut berjalan sengit.
Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, skuad Persita sebenarnya tampil produktif. Namun, upaya-upaya serangannya belum mampu membuahkan hasil.
Persita akhirnya harus mengakui kekalahan tipis lewat gol semata wayang yang dicetak Hugo Gomes dos Santos Silva/Jaja pada menit kelima.
Pelatih Persita Alfredo Vera mengaku pertandingan berjalan lebih sulit karena Persita tertinggal akibat gol cepat Madura.
“Dan kita harus kejar terus sayangnya lawan sangat tertutup sehingga kita tidak bisa mencetak gol meskipun kita memiliki banyak kesempatan,” ujarnya usai laga.
Alfredo Vera merasa bahwa Madura United tidak memberikan celah sama sekali untuk Persita.
"Mereka semua turun (ke lini pertahanan) dan hampir tidak ada celah yang bisa dimaksimalkan,” katanya.
Menurutnya, semua pemain tim tamu bersama-sama menjaga pertahanan, sehingga Persita tak mampu mencetak gol meski menciptakan cukup banyak peluang.
“Kita sudah memiliki banyak kesempatan tapi kiper mereka (Miswar Saputra) juga berhasil melakukan penyelamatan yang baik,” pungkasnya.
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGPolda Banten mengerahkan sebanyak 5 unit armada Watercannon guna menyalurkan air bersih pada wilayah yang mengalami krisis air bersih di wilayah tersebut.
PT Pegadaian (Persero) Area Cirendeu memperluas edukasi literasi keuangan kepada masyarakat dengan menggandeng puluhan anggota Komunitas Ojek Pangkalan (Opang) di kawasan Pondok Aren dan sekitarnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews