VIDEO : Bikin Mewek! Suami di Curug Ini Gali Makam Istri yang Sudah Dikubur Tujuh Hari
Dibaca : 994
TANGERANGNEWS.com-Memang sedih sekali jika kita harus merasakan kehilangan dari orang yang sangat dicintai. Sama halnya dengan seorang suami yang berinisial RN asal Banten ini.
Namun, dia nekat menggali kembali makam istrinya Aisyah setelah selama tujuh hari dikubur.
RN punya alasan kuat mengapa harus melakukan itu. Ahmad tokoh masyarakat setempat, yakni seorang Ketua RT, di tempat RN bermukim mengatakan, masyarakat RT 18 Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang itu membongkar lagi makan sang istri tercinta lantaran masih ada yang mengganjal dalam hatinya.
Pasalnya, setelah dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu lalu, jenazah sang istri oleh pihak rumah sakit atau tenaga medis, tidak diantarkan ke rumah duka untuk dimandikan dan disalatkan. “Infonya karena COVID-19 jadi alasannya tidak dimandikan dan tidak disalatkan,” ujar Ahmad.
Merasa janggal, pihak keluarga yang sempat galau itu merasakan ke khawatiran jika nantinya terjadi sesuatu kepada Aisyah sebagaimana ajaran agama Islam.
Karena, pihak keluarga ingin almarhumah dimandikan terlebih dahulu kemudian disalatkan. “Setelah itu baru dimakamkan,” katanya.
Meski dinyatakan sebagai positif COVID-19. Namun, pihak keluarga sampai dengan tujuh hari setelah dimakamkan, tidak juga mendapatkan surat resmi dari rumah sakit hasil laboratorium bahwa almarhumah meninggal dan positif COVID-19.
“Ya seperti ada yang mengganjal karena tidak mendapat surat keterangan. Karena hanya surat keterangan meninggal dunia yang diterima pihak keluarga RN,” ujarnya.
Akhirnya RN menggali kembali makam istrinya, setelah berada di dalam kuburan selama tujuh hari. Setelah itu, jasad sang istri tercinta dimandikan dan disalatkan sebagaiaman mestinya ajaran Agama. “Setelah itu baru merasa lega pihak keluarga,” jelasnya.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.