Connect With Us

Tingkatkan Pelayanan Publik , Tangsel MoU dengan Yogyakarta

| Jumat, 6 September 2013 | 19:33

Airin dan Haryadi Suyuti Wali Kota Yogyakarta (Dens Bagoes Irawan / TangerangNews)


TANGSEL-Pemkot Tangsel melakukan kerjasama dengan Pemkot Yogyakarta. Kesepakatan tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Jumat (6/9).

Kerjasama pelayanan publik ini diantaranya untuk meningkatkan bidang kesehatan, perhubungan, komunikasi dan informatika, koperasi dan UKM, Pariwisata, pekerjaaan umum, perumahan dan pemukiman serta lingkungan hidup.

Airin mengatakan, kerjasama yang dilakukan antar daerah ini adalah sebuah kerjasama antar daerah untuk mewujudkan pengelolaan standar pelayanan kota yang lebih baik.  

"Maksud diadakannya MoU ini adalah untuk menyelaraskan program dan kegiatan penyelenggaraan pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan di kedua daerah dalam hal penyediaan pelayanan publik," ungkapnya , Jumat (6/9).

Dikatakan, ada beberapa program yang dimiliki Kota Yogyakarta, tapi belum bisa dilaksanakan di Kota Tangsel. Dicontohkannya dalam bidang transportasi, di kota Yogyakarta untuk mengatasi kemacetan dengan meniadakan angkutan kota (angkot) dan diganti dengan TransYogya.

"Kami berharap kerjasama ini akan lebih memberikan masukan bagi kedua daerah," ujarnya.

Sementara Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menuturkan, kerjasama yang dilakukan dengan Pemkot Tangsel diharapkan memberi masukan yang positif. Karena banyak bidang yang dikerjasamakan dapat menambah pengetahuan bagi kedua daerah.
 
"Kota Tangsel punya wilayah yang lebih luas, dengan karakter masyarakat yang berbeda. Untuk itu, diperlukan pembicaraan lebih lanjut untuk menjalin kerjasama seperti ini. Ini juga penting buat kami Yogyakarta," ujarnya.

 
BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

KOTA TANGERANG
Maryono Wanti-wanti Kontraktor Proyek di Kota Tangerang: Jangan Cuma Kejar Untung!

Maryono Wanti-wanti Kontraktor Proyek di Kota Tangerang: Jangan Cuma Kejar Untung!

Kamis, 5 Februari 2026 | 19:45

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengingatkan agar pelaku jasa konstruksi yang mengerjakan proyek pembangunan di Kota Tangerang agar tidak hanya mengejar margin keuntungan semata, namun juga memberi manfaat bagi masyarakat.

BISNIS
Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Baja Murah Impor dari China Tekan Kinerja Pabrik Industri di Indonesia 

Jumat, 6 Februari 2026 | 11:09

Arus masuk baja impor berharga rendah dari China dinilai terus menekan kinerja industri baja nasional. Kondisi tersebut berdampak langsung pada melemahnya produksi dalam negeri karena pasar dipenuhi produk impor yang lebih murah dan sulit disaingi.

TANGSEL
Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Warga Tangsel Rata-rata Lulus SMA, Jadi Partisipasi Tertinggi di Banten

Kamis, 5 Februari 2026 | 21:01

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai wilayah dengan angka partisipasi pendidikan tertinggi di Provinsi Banten.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill