KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANG-Pengguna media sosial Facebook mengirimkan foto yang berjudul “Korban Begal Semalam di Puri Serpong”. Namun, si pengunduh tidak menceritakan Puri Serpong 1 atau 2, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.
Selain itu tidak menjelaskan apakah korbannya melaporkan ke Polsek Serpong atau tidak. Dalam foto tersebut terlihat seorang pemuda bercelana pendek, sedang duduk tertunduk lemah dengan lumuran darah dan disampingnya terdapat helm.
Menurut si pengunduh foto tersebut, dirinya mendapat foto itu dari seorang temannya melalui pesan BlackBerry Mesenger (BBM).
“Itu BBM dari temen. Saya enggak tahu ceritanya, tetapi katanya korban begal semalam di Puri Serpong. Aparat mohon bertindak, mau sampai kapan begini, apa kurang cukup bukti,” tulis akun Madrovic Khivot satu jam lalu di Facebooknya kepada www.TangerangNews.com.
Dia juga menuliskan alasan dirinya mengupload foto itu. Menurut dia, dirinya sengaja mengupload foto tersebut agar bermanfaat bagi para pengendara motor.
Sementara itu, seorang warga Puri Serpong Dua bernama Fadil mengatakan, dirinya belum mengetahui semalam ada pembegalan motor. Namun, diakuinya wilayah tempat dirinya tinggal memang rawan pembegalan.
“Memang rawan di sini,” ujarnya. Sedangkan pihak kepolisian Polsek Serpong hingga wartawan mencoba melakukan konfirmasi terkait hal tersebut, belum ada tanggapan.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengumpulkan donasi sebesar Rp1 miliar untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dari hasil penggalangan dana pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews